MANADO— Setelah pintu menuju DPR RI ditutup oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Aditya A Moha tidak putus asa.
Politisi Partai Golkar memilih jalur lain. Pindah bertarung di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Sulut.
Masih sama sama ke Senayan (kantor DPR/DPD dan MPR RI).
Dalam waktu singkat, ADM sapaan akrabnya mengumpulkan dukungan berupa KTP minimal 2.000.
Setelah siap, ADM bersama pendukung daftarkan diri menyerahkan syarat dukungan minimal pemilih bakal calon (Balon) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ke Kantor KPU Sulut, Kamis (29/12) sekira pukul 15.00 Wita.
Hanya saja, ADM tidak turut serta. Ketua PG Bolmong ini diwakili para tokoh adat dan tokoh masyarakat BMR. Ketua tim rombongan dipimpin mantan Wakil Wali Kotamobagu Jainudin Damopolii yang menggunakan kemeja putih dan kopiah hitam.
Sementara pendukung lain menggunakan pakaian adat berbagai etnis dan diterima langsung Komisioner KPU Sulut, Devisi Teknis, Salman Sailangi.
Jainudin Damopolii kepada wartawan usai menyerahkan dokumen dukungan mengatakan penyerahan dokumen dukungan ini adalah spontanitas dan keinginan masyarakat. “Kami para tokoh masyarakat yang membawa dokumen dukungan untuk ADM untuk maju sebagai balon DPD RI,” ujar mantan Wakil Walikota Kota Kotamobagu ini.
Lanjut Jainudin, 2345 dukungan yang sudah dimasukkan ke KPU Sulut adalah bagian dari keinginan masyarakat yang meminta ADM maju DPD RI. “Kehadiran kami di Kantor KPU Sulut adalah permintaan yang tulus agar Aditya dapat membawa aspirasi kami, aspirasi Daerah. Sebagai senator nanti di senayan,” terangnya.
Jainudin juga menambahkan, di hari yang baik ini, mereka datang dengan kesungguhan, bersama pernyataan dukungan ribuan warga yang spontan serta antusias. “Bahwa, memasukan dukungan ini adalah prosedural, ADM bisa mendaftar sebagai calon DPD RI pada pemilu 2024 nanti,” tutupnya.(***)















