Faked Unsrat – RSUP Kandouw Bantah, Dugaan Perundungan Antar Dokter Muda

 

MANADO,Harimanado– Entah apa pemicunya. dua hari lalu RSUP Prof RD Kandouw digoyang isu perundungan yang menyeret peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Bacaan Lainnya

Isu ini jadi santapan di media sosial. Pihak PPDS Obstetri- Kinologi dan RSUP Kandouw klarifikasi dari pihak program studi.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Oktober 2026, pihak Program Studi PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi FK Unsrat menyebutkan, berdasarkan hasil klarifikasi dan pernyataan bersama yang ditandatangani kedua residen, senior dan junior, pada 19 Oktober 2026, keduanya sepakat menyatakan tidak terjadi tindakan perundungan.

Pihak program studi menjelaskan, persoalan yg sempat terjadi antara kedua residen tersebut berawal dari kesalahpahaman. Permasalahan itu disebut bersifat pribadi dan telah diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan.

Dalam klarifikasi tersebut, pihak program studi juga menegaskan tidak pernah terjadi kontak fisik dalam bentuk apa pun antara kedua residen yg bersangkutan.

Di sisi lain, residen junior yg dimaksud masih tercatat sebagai peserta didik PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi FK Unsrat hingga pernyataan klarifikasi diterbitkan. Yang bersangkutan disebut sedang mempertimbangkan kemungkinan mengundurkan diri.

Program studi menyatakan telah memberikan pendampingan dan akan terus melakukan pembinaan terhadap residen junior tersebut.

Klarifikasi itu juga menyoroti rangkaian unggahan di media sosial yang memicu perhatian publik. Berdasarkan pernyataan bersama kedua residen, unggahan tersebut bukan dibuat oleh keduanya, melainkan oleh pihak lain di luar mereka.

Pihak program studi menyebut unggahan tersebut telah menimbulkan dampak yg merugikan, baik terhadap nama baik institusi maupun secara personal bagi kedua residen yang bersangkutan.

Sementara itu, video yang dikaitkan dengan isu tersebut dijelaskan sebagai kejadian insidental. Menurut klarifikasi program studi, video itu tidak memiliki makna sebagaimana narasi yang beredar di media sosial dan tidak berkaitan secara institusional dengan rumah sakit mana pun.

Terlepas dari polemik yang berkembang, Program Studi PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi FK Unsrat menegaskan komitmennya utk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Menurut pihak program studi, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pihak program studi juga membuka ruang pelaporan melalui kanal resmi bagi peserta didik yg mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan. Setiap laporan, ditegaskan, akan ditindaklanjuti dengan tetap menjaga kerahasiaan pelapor.(sal/At)

Pos terkait