Harimanado.com,JAKARTA- Pemerintah Indonesia lagi berbaik hati. Kebetulan kebaikan itu dilakukan di bulan suci Ramadhan. Yang disasar para guru dan dosen yang digaji pemerintah.
Pengakuan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati khusus Tunjangan Hari Raya (THR) di 2023 untuk para guru dan dosen akan bertambah
“Yang berbeda dan kita tambahkan pada pembayaran THR dan gaji ke-13 tahun ini adalah diberikan kepada guru dan dosen yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan,” ucapnya dalam keterangan pers secara daring, Rabu (29/3/2023).
Kata bu Sri, mereka akan diberikan 50 persen tunjangan profesi guru, serta 50 persen tunjangan profesi dosen. Sri Mulyani menambahkan, bagi guru dan dosen yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja akan diberikan tunjangan profesi guru dan dosen sebesar 50 persen.
“Karena tahun ini ada komponen baru di dalam THR dan gaji ke-13 yaitu terutama bagi guru-guru ASN daerah yang tidak menerima tukin atau tunjangan profesi (TPP), dimana tahun ini mereka mendapatkan 50 persen TPG atau tunjangan profesi guru atau tamsil sebagai THR mereka, ini pertama kali dilakukan,” katanya.
Adapun untuk THR “spesial” bagi para guru dan dosen ini pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 2,1 triliun. “Diperkirakan total untuk 50 persen TPG tamsil (tambahan penghasilan) sebagai THR guru-guru ASN daerah yang tidak menerima tukin dan TPP anggarannya mencapai Rp 2,1 triliun,” sebut Sri Mulyani. Kemudian total penerima THR bagi ASN di daerah termasuk guru mencapai 3,7 juta pegawai. “Yaitu 3,7 juta orang termasuk di dalamnya guru ASN daerah yang menerima tunjangan profesi guru sebanyak 1,1 juta guru dan guru ASN daerah yang menerima tamsil yaitu 527.400 orang,” sambungnya.
Kementerian Keuangan akan bekerja sama dengan seluruh pemerintah daerah agar segera membayarkan THR dan gaji ke-13 bagi guru-guru ASN di daerah yang tidak menerima tukin dan Tunjangan Profesi Pegawai (TPP) ini dalam bentuk transfer tambahan.(kompas.com)















