OJK Tolak Direktur BSG Pilihan Gorontalo Lantaran Tak Lolos Kompetensi

Manado,Harimanado-  Hasil fit and proper test  (uji kepatutan dan kelayakan) pengurus PT BankaulutGo (BSG) telah diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sulut.

Namun keputusan OJK Kantor Perwakilan Sulut  agak berbeda.

Bacaan Lainnya

Informasi ini diperoleh dari website BSG edisi awal Oktober. Web ini dikelola Divisi Corsek BSG.

Rudiyanto Katili

Untuk enam dewan komisaris PT BSG semuanya dinyatakan lulus.
Berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEPR-D.03/2026, Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) tanggal 23 September 2026.

Sebaliknya di kasta dewan direksi BSG, dari enam direksi, hanya lima direktur dinyatakan lolos ujian OJK Sulut. Satunya lagi tersingkir oleh OJK.

“Satu direksi Bank Sulutgo gagal di FPT. Makanya namanya tidak dicantumkan di web sebagai direksi,”ungkap sumber di Divisi Corsec BSG Senin (05/10/2026).

Alasan OJK  tidak meloloskan yang bersangkutan lantaran tidak memenuhi syarat kompetensi. Bukti kurang kompetensi adalah tidak punya sertifikat  Management resiko level 7.

”Sesuai ketentuan usai RUPS Luar Biasa enam bulan berikutnya harus mengikuti FPT. Yang bersangkutan tidak punya sertifikat kompetensi. Padahal jabatan direksi treasury sangat penting karena terkait keputusan kebijakan keuangan termasuk likuiditas keuangan bank,”ucap salah satu direksi  senior BSG.

Siapa direktur yang dinyatakan gagal ? Jika merujuk pada hasil RUPS LB 10 Februari 2026, satu orang yang tidak tampak di web BSG adalah Direktur Tresury dan fund PT BSG Rudiyanto  Katili.

Saat diminta tanggapan Pimpinan Divisi Corsec BSG Hence Rumende ragu ragu menjawab melalui WA. Hanya ada tanda baca. Tapi sampai sekarang enggan menjawab.

Direktur yang diusulkan para kepala daerah di Gorontalo belum berhasil diwawancarai.

Ada wacana supaya Yanto Katili diganti dengan pejabat yang berkompetensi di bidang treasury.

Bupati Bolmong Selatan Iskandar Kamaru salah satu pemegang saham BSG, menyerahkan sepenuhnya ke pemegang saham asal Gorontalo.
“Harusnya diganti. Tapi yang menganti pemegang saham di Gorontalo. Kami dari Bolmong hanya mendorong,”tandas Kamaru.(sal/bsg)

 

 

Pos terkait