Bolmong,Harimanado- Spirit baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 Partai Golkar (PG) Sulut langsung kelihatan.
Partai berlambang beringin dinakhodai Ketua PG Sulut Michaela E Paruntu (MEP) didampingi Sekretaris PG Sulut Aditya Didi Moha (ADM) dan pengurus milineal cepat bergerak ke bawah.
Di Bolmong induk, khususnya di Dumoga raya, Sekretaris DPD I PG Sulut ADM didampingi Wakil Bendahara Hi Muhammad Sudarmono bergerak cepat konsolidasi ke kecamatan dan desa di Dumoga Raya.
Atas arahan ketua MEP, tokoh muda Totabuan tidak ingin momentum berlalu begitu saja.
ADM bersama tim PG Sulut dan PG Bolmong langsung mengumpulkan para pengurus se Dumoga Raya di Desa Kecamatan Dumoga, pada Jumat (17/10/2026).
“Dalam politik, selembar surat keputusan bisa menjadi awal dari perjalanan panjang. Namun terpenting langkah berikutnya bagaimana keputusan itu diterjemahkan menjadi kerja organisasi. Di sinilah konsolidasi mengambil peran: menggerakkan struktur hingga ke tingkat bawah,”ucap putra sulung mantan bupati Bolmong Marlina M Siahaan (MMS).
ADM memilih Dumoga Raya sebagai titik awal memperkuat koordinasi internal setelah terbitnya SK PG Sulut.
ADM menyampaikan pesan bahwa bertemu dengan pengurus PG Bolmong bukan sekadar berkumpul tapi upaya rapatkan barisan.
Rapat konsolidasi tak bisa dituntaskan hanya dengan pidato dan seremoni. Ada struktur yang harus diperkuat, komunikasi yang harus dijaga, serta agenda organisasi yang perlu diterjemahkan menjadi konkret.
Kehadiran ADM bersama tim PG Sulut menandai dimulainya langkah koordinasi di wilayah itu. ADM bangga, melihat kehadiran pengurus dan kader PG Sulu
Semua pengurus PG Dumoga hadir. Mengenakan seragam PG warna kuning.
Pengurus PG Bolmong Fadly Simbuang mengakui langkah konsolidasi dan komunikasi ADM usai mendapatkan kepercayaan sebagai sekretaris PG Sulut.
”Dumoga raya mulai menjalankan konsolidasi. Dumoga Raya menjadi salah satu titik gerak dalam upaya memperkuat organisasi Partai Golkar di Sulawesi Utara,”tandasnya.
Di akhir pertemuan, ADM mengucapkan di panggung politik, keputusan boleh menjadi garis awal. Namun, perjalanan sesungguhnya baru dimulai ketika struktur bergerak, kader berkonsolidasi, dan program kerja mulai dijalankan.
“SK telah terbit. Mesin organisasi mulai dipanaskan. Dumoga Raya menjadi saksi penting awal langkah,”katanya.(ham)















