Harimanado.com,Jakarta- PT Pertamina harus berfikir keras, menjaga suplai bahan bakar minyak (BBM) di masyarakat.
Pasalnya, minyak milik pemerintah yang diimpor PT Pertamina International Shipping (PIS) dari timur tengah terkunci di Selat Hormuz, pasca serangan Israel – USA ke Republik Iran.
PIS hanya bisa memantau intensif seluruh armada dan keselamatan pekerjanya yang berada di Timur Tengah. Saat ini terdapat 4 kapal PIS yang berada di kawasan tersebut.
Terdiri dari Kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair – Irak;
Kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura – Arab Saudi.
Kemudian Kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan – UAE; serta Kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.
Adapun dua kapal yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyatakan, sembari memantau perkembangan situasi selama 24 jam penuh, perusahaan mengupayakan agar kedua kapal tersebut dapat segera keluar dari area Teluk.
“Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).(kompas)















