Harimanado.com,MANADO- Target pemerintah kepada PLN Unit Usaha Distribusi (UID) Suluttenggo begitu menantang.
Bahwa tahun 2026, PLN Suluttenggo harus mengaliri listrik ke 1.839 desa di Sulut.
Data PLN Suluttengo sampai pertengahan 2026, PLN diberi tanggung jawab oleh pemerintah agar 8 desa dari 1.839 desa di lokasi tertinggal dan terluar harus dialiri listrik.
Memikul tugas menantang itu, PLN Suluttenggo menurunkan petugas terlatih dan berani menerobos segala rintangan.
”Kita melaksanakan apa yang pemerintah perintahkan. Meski banyak tantangan di lapangan. Harus naik bukit tinggi. Jurang curam dan ancaman lainnya,”beber GM PLN UID Suluttenggo Usman Bangun didampingi para senior manager dan manager di Media Gathering PLN Suluttengo dengan media di Aula Maesa PLN Sulut, Selasa (30/06/2026)
Manager UP2K PLN UID Suluttenggo, Heru Kleitanto Wardono menguraikan lebih rinci terkait program elektrifikasi listrik desa (Lides) 2026.
Heru menjelaskan PLN Suluttenggo telah mencapai Rasio Elektrifikasi (RE) PLN Provinsi Sulut sebesar 99,41 persen. Tapi Rasio Elektrifikasi Total mencapai 99,99 persen.
Kemudian khusus program Lides, capaian Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN di Sulut sekira 99,56 persen, sedangkan Rasio Desa Berlistrik telah mencapai 100 persen
“Kita masih delapan desa dari total 1.839 desa. Lokasi itu berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sebenarnya dua desa itu korban Gunung Ruang yang tidak ada penghuni di Kabupaten Kepulauan Sitaro, yakni Desa Laingpatehi dan Desa Pumpente,”kata Heru.
Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe meliputi Desa Kahakitang, Dalako Bembanehe, Taleko Batusaiki, Beeng, Rara, dan Para I.
Heru mengatakan, hingga April 2026, UP2K Provinsi Sulut telah berhasil melistriki 28 lokasi desa yang didanai APBN melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025.
Program tersebut merealisasikan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 10,27 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 23,85 kilometer, serta pembangunan gardu distribusi berkapasitas 800 kVA.
“Program Lisdes merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan,” ujar Heru.
Untuk tahun 2026, lanjutnya, PLN kembali mendapat penugasan melalui Program Lisdes APBN yang mencakup pembangunan jaringan kelistrikan di 96 lokasi untuk melayani 3.143 calon pelanggan barudi Sulawesi Utara.
Secara keseluruhan, usulan pembangunan infrastruktur kelistrikan tahun 2026 meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 37,52 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 121,72 kilometer, penambahan kapasitas gardu distribusi sebesar 2.450 kVA, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1.671 kWp.
Media Gathering turut dihadiri Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan Bonifatius I.G. Wardhana, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum Dandung Hariwibowo, Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Keamanan Ronggur Leonard Simanjuntak.
Tahun ini PT PLN Suluttengo mengusulkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 96 lokasi di Provinsi Sulut melalui Program Lides 2026.
Usulan tersebut terdiri atas 82 lokasi Program Lisdes yang masuk penugasan tahap pertama serta 14 lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis grid yang masih dalam tahap evaluasi dan finalisasi perencanaan untuk penugasan APBN 2026 Tahap II.
Secara keseluruhan, usulan Program Lisdes APBN 2026 di Sulawesi Utara mencakup pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 37,52 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 121,72 kilometer, penambahan kapasitas gardu distribusi sebesar 2.450 kVA, serta pembangunan PLTS berkapasitas 1.671 kWp.
Dari total usulan tersebut, 82 lokasi masuk dalam Program Lisdes APBN Tahap I.
Rinciannya, 24 lokasi akan dikerjakan oleh UP2K Sulawesi Utara dengan pembangunan JTM sepanjang 18,14 kilometer, JTR sepanjang 30,45 kilometer, gardu distribusi 750 kVA, untuk melayani 369 calon pelanggan.
Sementara itu, 58 lokasi lainnya merupakan program perluasan jaringan melalui PPSDM KEBTKE dengan pembangunan JTM sepanjang 8,20 kilometer, JTR sepanjang 46,04 kilometer, gardu distribusi 750 kVA, yang ditargetkan melayani 1.776 calon pelanggan.
Adapun 14 lokasi lainnya direncanakan menggunakan skema PLTS + Grid bagi wilayah kepulauan dan daerah terisolasi.
Program tersebut meliputi pembangunan PLTS berkapasitas 1.671 kWp, JTM sepanjang 8,67 kilometer, JTR sepanjang 45 kilometer, serta gardu distribusi 950 kVA untuk melayani 998 calon pelanggan.
Program ini masih berada dalam tahap evaluasi dan finalisasi perencanaan untuk penugasan APBN 2026 Tahap II.(ham)















