Manado, Harimanado- Peran dan tugas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado sangat bermanfaat sebagai mata dan telinga Pemerintah Kota Manado.
Hal ini dibuktikan manakala 9 pengurus FKDM Manado mengelar dialog dengan pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan bersama para lurah, ketua lingkungan dan tokoh masyarakat.
Rombongan FKDM Manado dipimpin Wakil Ketua Pdt Fanny Wurangian STh. Dialog difasilitasi pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan (Bunkep) di Kantor Camat Bunkep pada Selasa (11/08/2026) pagi.
“FKDM Manado adalah bagian dari mitra pemerintah. Organisasi plat merah yang tugas utamanya terkait dengan pencegahan dini semua persoalan terkait keamanan lingkungan, masalah sosial. kesehatan, fenomena alam atau bencana lingkungan,”tutur Pdt Fanny saat membuka dana dan memandu dialog.
Oleh karenanya, kata Pdt Fanny kedatangan FKDM Manado untuk mencari tahu apa persoalan yang dirasakan warga di Bunaken. Semua masukan akan dilaporkan ke pimpinan untuk jadi bahan rekomendasi ke Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wawali Manado dr Richard Sualang.
“Kami datang untuk dapat masukan sebagai bahan untuk AHTG di Bunaken. Masalah air bersih. Ancaman kekeringan. Jangan membakar sembarangan,”tambah Pdt didampingi penguris lain Boyke dan Wahid Ibrahim
Rombongan FKDM Manadodisambut pemerintah Kecamatan Bunkep dipimpin Camat Imanuel Mandak SE. Pengurus FKDM Manado yang ikut ditugaskan Ketua FKDM Manado Edwin Moniaga adalah Wahid Ibrahim, Boyke Pandean, Pdt Selvie Angel, Telly Kapoh, James Doringin, Araodah Hasan Jan, Pnt Sugiat Katiandagho dan idam Malewa.
Acara dialog sekaligus sosialiasi dihadiri 4 lurah di Kecamatan Bunkep, 18 kepala lingkungan serta para tokoh agama dan masyarakat di Kantor Camat Bunkep pada Selasa pagi (11/08/2026).
Usai penyampaian FKDM Manado mendengar beragam persoalan dari para ketua lingkungan dan Lurah Manado Tua Misel Rumagit.
Di antaramya, miss komunikasi sebagian besar warga lingkungan 6 Kelurahan Bunaken dengan Managemen Oasis Resorts. Kata kaling masalahnya gara gara musik tiap acara pesta kampung. Pihak resort keberatan musik diputar malam hari di atas pukul 22.00 Wita. Alasan mengganggu para tamu.
Warga mengakui musik di pesta sudah jadi tradisi kampung.
“Warga ingin musyawarah tapi tidak ada titik temu pihak manajemen. Warga ingin jelaskan bahwa pesta kampung identik dengan musik sampai jam 1 malam. Gara gara itu kaling dilapor dan ditahan di Polres Manado. Bersyukur warga tidak terpancing emosi ketika saya ditahan,”ujar Kaling diaminkan camat Bunkep.
Pengurus FKDM Manado juga sebagai mantan legislator Wahid Ibrahim mengaku akan meneruskan ke atas.
Dia juga sarankan gunakan sarana aspirasi di DPRD Manado.
Masalah lain juga terangkat musim panas panjang defisit air bersih.
Ada juga tagihan SPT PBB yang masuk di kawasan konservasi Taman Nasional. Fasilitas puskesmas di Alungbanua tidak digunakan. Kemudian masukan dari Lurah Manado Tua Misel Rumagit potensi rawan keamanan akibat tidak ada Babinsa. Serta masalah tagihan PBB kepada warga gang mendiami lahan konservasi.
Setelah sekira tiga jam dialog dan silaturahmi, acara ditutup sekira pukul 12.00 Wita.(ham)















