Manado,Harimanado-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara menggelar Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMU).
Agenda digitalisasi manajemen Buka Peta Digital digelar di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Utara, Sabtu, (26/09/2026.
ToT SatuMU menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mengintegrasikan pengelolaan data organisasi secara digital, mulai dari data anggota, layanan administrasi, pembayaran iuran, hingga direktori organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
SatuMU merupakan platform digital terpadu yang dikembangkan Persyarikatan Muhammadiyah untuk mendukung tata kelola organisasi dari tingkat pusat hingga cabang dan ranting.
Buka Peta Digital Pelaksanaan ToT SatuMU di Sulawesi Utara merupakan bagian dari rangkaian road show yang dilaksanakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Project Management Office (PMO) serta Tim Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peserta kegiatan terdiri atas Majelis Pustaka
Mereka akan berperan dalam membantu warga Persyarikatan yang membutuhkan layanan terkait SatuMU, termasuk proses pembuatan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (e-KTAM). SatuMU Integrasikan Data dan Layanan
SatuMU memiliki sejumlah fungsi yang mendukung digitalisasi tata kelola Muhammadiyah. Salah satunya adalah integrasi data anggota, termasuk pengelolaan pendaftaran dan migrasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (e-KTAM). Platform tersebut juga mendukung sistem pembayaran iuran terpadu melalui IuranMU. Sistem ini diharapkan dapat membantu menciptakan pengelolaan iuran organisasi yang lebih terintegrasi serta mendukung stabilitas arus kas di tingkat cabang dan ranting. Selain itu, SatuMU menyediakan direktori organisasi yang mengintegrasikan informasi mengenai unit-unit organisasi Muhammadiyah serta Amal Usaha Muhammadiyah secara digital.
Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amir Nashiruddin, mengatakan keberadaan SatuMU perlu terus disosialisasikan kepada seluruh warga Persyarikatan.
Menurutnya, peserta ToT yang mengikuti pelatihan akan menjadi agen dan verifikator di daerah masing-masing, khususnya ketika warga Muhammadiyah membutuhkan layanan untuk membuat e-KTAM.
“Platform SatuMU harus terus disosialisasikan kepada seluruh warga Persyarikatan. Para peserta ToT nantinya menjadi agen dan verifikator di daerah masing-masing,” ujar Amir.
Ia juga menyampaikan bahwa sejak diluncurkan, SatuMU telah digunakan oleh puluhan ribu orang. Platform tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi organisasi, tetapi juga menyediakan berbagai layanan digital bagi warga Muhammadiyah.
(sal)














