Dorong Regenerasi Petani Kakao dari Kebun hingga Sekolah

 

Bacaan Lainnya

Harimanado, BOLSEL –  Dedikasi PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) untuk masa depan masyarakat di wilayah tambang

Masa depan kebun kakao tidak hanya ditentukan oleh tanaman yang tumbuh hari ini, tetapi juga oleh siapa yang akan merawat dan mengembangkannya di masa depan.

Gagasan itu menjadi bagian dari pengembangan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) melalui budidaya kakao.

Setelah berjalan lebih dari lima tahun dan mulai diminati petani binaan, program ini kini diperluas dengan melibatkan generasi muda dan sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Pelajar SMP dan SMK dilibatkan dalam pelatihan bersama kelompok tani. Mereka belajar langsung mengenai pembibitan, teknik sambung pucuk, perawatan tanaman hingga penggunaan pupuk organik.

Bagi Arik Podomi, siswa SMPN Tobayagan, pengalaman tersebut mengubah pandangannya terhadap pertanian.

“Setelah ikut pelatihan, saya melihat pertanian ternyata bisa menjadi profesi yang modern dan penting,” ujarnya.

Rina, siswi SMK Negeri Dumagin, juga melihat pengalaman belajar bersama petani sebagai pelengkap pengetahuan sekolah.

“Kami belajar dari petani yang sudah punya pengalaman. Ilmu sekolah terasa lebih lengkap setelah melihat langsung praktiknya,” katanya. Ia bahkan mulai membayangkan memiliki kebun dan mengembangkan usaha kakao sendiri.

Kehadiran siswa juga mendapat respons positif dari petani. Salah seorang anggota kelompok tani Motandoi mengatakan, generasi muda justru memberikan semangat baru bagi petani.

“Kami senang melihat anak-anak muda mau belajar kakao. Pengalaman yang kami dapat selama bertani bisa kami bagikan kepada mereka,” katanya.
Transfer pengetahuan tersebut didukung pendampingan teknis oleh Ronni Kobandaha, konsultan program kakao JRBM yang dikenal di kalangan petani sebagai “Profesor Kakao”. Peserta mendapatkan pembelajaran praktis mengenai teknik sambung pucuk, manajemen bibit dan penggunaan pupuk organik.

Penguatan generasi muda juga dilakukan melalui pembinaan SMKN 1 Lolayan sebagai sekolah binaan pertanian kakao. Selain pelatihan, JRBM memberikan peralatan pertanian untuk menunjang praktik siswa dan membuka peluang pengembangan sekolah sebagai sentra pembibitan kakao.

Kepala SMKN 1 Lolayan mengatakan pembinaan tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman pertanian yang lebih nyata.

“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang melalui guru tamu, kunjungan belajar dan praktik lapangan. Ke depan, kami ingin sekolah dapat menjadi sentra pembibitan kakao,” ujarnya.
Manager CSR PT JRBM, Muhammad Rudi Rumengan, mengatakan keterlibatan sekolah merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki keterampilan sekaligus cara pandang baru terhadap pertanian.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas. Anak- anak perlu melihat bahwa pertanian bisa dikelola secara profesional dan menjadi peluang ekonomi,” ujar Rudi.

General Manager External Relations & Security PT JRBM, Andreas Saragih, mengatakan transfer pengetahuan kepada generasi muda penting agar manfaat program dapat terus berkembang di masyarakat.

“Setelah program ini berjalan lebih dari lima tahun dan menjadi salah satu komoditas yang diminati petani sekitar perusahaan, kami melihat perlunya ilmu budidaya kakao diteruskan kepada generasi muda,” katanya.

Menurut Andreas, keberhasilan program pemberdayaan bukan hanya tentang apa yang diberikan perusahaan, tetapi tentang kemampuan masyarakat untuk melanjutkannya secara mandiri.

“Harapannya, ilmu budidaya kakao terus menyebar dan melahirkan petani-petani muda yang sukses serta memberi dampak positif bagi keluarga dan daerahnya. Ini yang kami lihat sebagai legacy J Resources bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Bagi JRBM, kakao akhirnya bukan hanya soal tanaman dan hasil kebun. Di dalamnya ada pengetahuan yang perlu diwariskan, keterampilan yang perlu diteruskan dan generasi yang perlu disiapkan.

Dari petani ke siswa, dari kebun ke sekolah—pengetahuan kakao diharapkan terus tumbuh melampaui usia sebuah program.

Pos terkait