Jombang,harimanado- Rais Aam Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) 2026-2031 telah terpilih. Tidak lari dari prediksi sebelum muktamar KH Miftachul Akhyar.
KH Miftahul kembali terpilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU, Minggu (30/8/2026). Terpilihnya kembali Miftachul Akhyar diumumkan dalam Sidang Pleno V yang digelar di SGS Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.
“Nama KH Miftachul Akhyar dipilih jadi Rais Aam kepengurusan masa khidmat 2026-2031,” ujar anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Anwar Iskandar.
Rapat tersebut digelar pukul 21.00-22.00
Profil Miftachul Akhyar
Miftachul Akhyar merupakan seorang ulama yang lahir pada 30 Juni 1953 di Surabaya.
Ia adalah putra dari pasangan KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlak Rangkah, dan Hj Siti Ashfiyah. Sebagai anak kesembilan dari tiga belas bersaudara, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren dan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama (NU) sejak kecil.
Didikan ayahnya yang dikenal tegas dalam adab menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter Miftachul Akhyar saat muda.
Kiprah Miftachul Akhyar di struktur NU sangat panjang dan bertahap. Sebagai Rais Syuriah PCNU Surabaya (2000–2005),
Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018), Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020), Pj Rais Aam PBNU (2018–2020), menggantikan KH Ma’ruf Amin.
Lalu Rais Aam PBNU periode 2021–2026, dan kembali terpilih pada periode 2026-2031.
Setelah terpilih, Miftachul mendapat pesan dari Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk merangkul seluruh kader Nahdlatul Ulama (NU).
Pesan tersebut disampaikan anggota AHWA Anwar Iskandar dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).
KH Anwar mengatakan, para anggota AHWA meminta Miftachul mengajak seluruh potensi kader NU untuk bersama-sama merawat dan mengurus organisasi.
Sumber di muktamar mengakui terpilihnya KH Miftachul Akhyar maka peluang calon ketua umum PB NU periode depan akan jatuh pada KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin
“Untuk ke depan bersama-sama merawat dan ngurus Nahdlatul Ulama secara bersama-sama,” ujar Anwar saat membacakan pesan AHWA.(kompas/ham)
Berikut adalah sembilan nama AHWA terpilih dalam Muktamar ke-35 NU:
KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso)
TGK. KH. Nuruzzahri Yahya AG.
Dr. KH. Baharuddin HS, MA
KH. Miftachul Akhyar
KH. Afifuddin Muhajir
KH. Anwar Iskandar
KH. Anwar Manshur (Lirboyo)
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj
Dr. KH. Abun Bunyamin, MA















