Harimanado.com,Bolsel- Aksi merusak lingkungan sedang berlangsung di kawasan Lokosina, Desa Dumagin B, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Para oknum perusak dicurigai pelalu Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber praktik ilegal mining diduga jaringan yang berulang kali disebut inisial DH alias Dei dan Mr E alias Eg.
Keduanya disebut-sebut berperan kuat dalam jaringan PETI di Lokosina. Konon ceritanya mereka di-back up oknum yang mengaku polisi di Polda Sulawesi Utara.
“Nama DH dan Eg dibacking petinggi Polda Sulut . Itu yang membuat orang di lapangan merasa ada yang membekingi,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dari atas udara jelas terlihat lokasi Lokosina bukan tambang yang digarap manual, selama ini aktivitas PETI telah menggunakan alat berat.
KPH Unit II Bolsel-Boltim sebelumnya menemukan satu unit excavator melalui pemantauan udara menggunakan drone.
Kepala KPH Unit II Bolsel-Boltim, Ahmad Djunaedi, membenarkan temuan tersebut.
“Yang kami temukan di lokasi melalui pemantauan drone adalah satu unit alat berat dan titik lokasi tambang ilegal,” kata Djunaedi.
Kata Djunaedi excavator menjadi petunjuk penting untuk mengungkap rantai aktivitas pertambangan.
“Siapa penyedia alat berat, siapa yang mengatur operasional, serta ke mana hasil tambang tersebut mengalir,”ujarnya
Informasi mengenai hal tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak-pihak yang namanya disebut
Seorang sumber bahkan menduga aparat penegak hukum enggan bergerak karena adanya nama-nama besar yang disebut dalam jaringan tersebut.
“Kami sudah turun cek dan laporkan, namun dari Gakkum belum ada tindakan. Sepertinya mereka takut,” ujar sumber tersebut.
Ketua DPRD Bolsel, Arifin Olii, sebelumnya meminta agar pemberantasan PETI dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, aparat jangan hanya menangkap pekerja kecil di lokasi tambang.
“Kalau memang mau ditertibkan, harus secara menyeluruh. Jangan hanya masyarakat kecil di lapangan yang ditangkap, sementara pemain besarnya sama sekali tidak tersentuh,” tegas Arifin.
Ia meminta aparat menelusuri pihak yang menyediakan modal dan alat berat yang diduga mengendalikan
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan munculnya nama Deizy Hermin dan Egen serta informasi mengenai sejumlah nama pejabat yang disebut-sebut dalam jaringan tersebut.
Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Deizy Hermin, Egen, Polda Sulut, serta pihak-pihak lain yang namanya disebut dalam informasi -)tersebut.(Faj/*)















