Manado,harimanado- Turnamen sepakbola usia dini yang digelar FC Panzer Pegadaian Manado menyuguhkan atraksi menarik. Sebanyak 51 tim sekolah sepak bola (SSB) berpartisipasi di ajang sarat gengsi.
Selama tiga hari, dimulai Jumat Minggu sore (21-23/08/2026) para kontestan berjibaku di Lapangan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
Pembukaan turnamen untuk perayaan 2nd Anniversary FC Panzer Pegadaian Manado digelar Sabtu sore atau hari kedua pertandingan.
Menurut ketua panitia turnamen Syarif Naha, iven memperingati hari lahir (harlah) FC Panzer Pegadaian diikuti sebanyak 51 kontestan berasal dari Kota Manado, Kota Bitung, Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara,Kota Tomohon, Kotamobagu dan dari Kota Gorontalo. Mereka terbagi empat kelompok umur. Mulai usia 9 tahun, 10, 11 dan 12 tahun.
“Alhamdulillah puji Tuhan, kami bisa menggelar acara ini berkat kerja sama dan kebersamaan para orang tua dari anak anak SSB Panzer Pegadaian. Terima kasih juga kepada Ketua PSSI Manado Abid Takalamingan, CEO Salam Foundation Srinanda Lamadau dan Pegadaian Kepala Departemen Manado 1 Edwin Unduh,”ucap Syarif sambil berseru Panzer Pegadaian jaya.
Di pembukaan tampak Ketua Askot PSSI Manado Syarif Naha, Kepala Dept Pegadaian Manado 1 Edwin Unduh, CEO Salam Foundation Srinanda Lamadau dan tim kesehatan Puskesmas Bailang. Exco PSSI Manado Hi Modric Ibrahim dan Hamdi Idris .
Ketua Assosiasi Kota PSSI Manado Abid Takalamingan membakar semangat anak anak dengan yel yel sepakbola. Abid yang tampil elegan memotivasi anak anak SSB dan para orang tua. Dia mengaku sangat bersemangat ketika ada turnamen SSB. Karena dari SSB lahir talenta muda yang akan menjadi harapan masa depan sepakbola di Kota Manado.
“Dari SSB seperti ini akan lahir Firman Utina yang baru,”tutur Abid.
Oleh karenanya, kata Wakil Ketua Umum KONI Manado, kelangsungan SSB ada di tangan banyak pihak. Yang intingya ada tiga pilar. Taitu semangat anak anak bermain. Peran dukungan para orang tua dan kominten para pelatih. Dia juga mengapresiasi para orang tua di Panzer. Yang kebanyakan ibu ibu, sangat besar perannya.
Meski harus mengeluarkan dana sendiri, para orang tua menginginkan anak anak mereka berprestasi atau minimal masa depan untuk bekal bekerja nanti. “Kita akan melihat masa depan anak anak ini di saat 10 atau 15 tahun ke depan,”katanya/
Abid juga menyentil peran Pegadaian Manado yang menjadi brand FC Panzer. Kata Abid kontribusi Pamzer untuk Pegadaian sangat berarti. Para Managemen FC Panzer bersama orang tua yang mencari dana sendiri.
“Saya berharap ke depan Pegadaian makin meningkatkan rasa peduli dan perhatian terhadap prestasi anak anak Panzer,”katanya.
Edwin Unduh merespon aspirasi Managemen Panzer Pegadaian terkait dukungan Iven yang dilakukan FC Panzer.
”Kami sangat mendukung kegiatan pembinaan olah raga untuk anak anak.”ujarnya.
Srinanda yang juga Anggota DPRD Manado menegaskan rasa cinta dan perhatian untuk sepakbola. Dia mengaku sudah lama melibatkan diri di kegiatan sepak bola usia dini.
Kata Srinanda di turnamen ini dia siap membantu panitia uang tunai khusus pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik. Dia juga ucapkan apresiasi kepada Kapuskes Bailang dr Neny Tubagus yang mengutus tim kesehatan.
Usai seeemoni, Nanda Lamadau disaksikan Abid Takalamingan menendang bola ke gawang sebagai tandai pertandingan telah dibuka secara resmi.
Manager FC Pegadaian Bastian Hasan menambahkan turnamen ini bisa sukses berkat kerja sama para pengurus dan orang tua.
Tanpa dukungan mereka sangat sulit turnamen Harlah kedua akan berjalan.(ham)















