Harimanado,Bolsel- Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid (DAH) menekankan pentingnya pengelolaan keuangan desa yang tertib, akuntabel, transparan, dan bebas dari penyimpangan.
Oleh karena itu, Inspektorat Daerah harus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal dana desa.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wabup Deddy saat membuka kegiatan Coaching Clinic Audit Pengelolaan Keuangan Desa di Hotel Quality, Manado, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, semakin besarnya alokasi anggaran yang mengalir ke desa harus diikuti dengan penguatan tata kelola dan pengawasan, sehingga anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Inspektorat tidak lagi sekadar bertindak sebagai penemu kesalahan, tetapi harus tampil sebagai mitra konsultatif dan penjamin mutu. APIP harus mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini atau early warning system serta memberikan solusi sebelum permasalahan berkembang menjadi ranah hukum,” tegasnya depan Sekretaris Daerah M. Arvan Ohy SSTP, MAP, para pejabat tinggi pratama Pemda dan peserta kegiatan.
Lebih lanjut, Deddy meminta agar agenda coaching clinic ini memperkuat empat fokus utama:
1.Optimalisasi pemanfaatan aplikasi digital pengawasan.
2. Pengawalan pengadaan barang dan jasa di tingkat desa.
3. Penguatan pengawasan pengelolaan keuangan desa oleh Inspektorat,
4. Dinas PMD, dan Camat.
Mewujudkan seluruh desa di Bolsel memiliki pengelolaan keuangan yang tertib administrasi serta akuntabe
Ia juga menargetkan penguatan Maturitas SPIP hingga Level 3 secara penuh dan berkelanjutan.
“SPIP adalah tanggung jawab manajemen.Jangan menganggap SPIP hanya urusan pemenuhan berkas Inspektorat. Pimpinan OPD adalah owner of risk di instansinya masing-masing dan harus mampu mendeteksi serta memitigasi risiko sebelum menjadi temuan,” ujar duet sehati Bupati Iskandar Kamaru ini.
Wabup deddy meminta jajaran APIP bekerja dengan integritas, dedikasi, efektivitas dan akuntabilitas, sehingga Inspektorat dapat menjadi strategic partner dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Utara Heru Setiawan menekankan pentingnya penguasaan tiga aspek utama oleh APIP dalam melakukan pengawasan, yakni tata kelola, manajemen risiko, serta pengendalian dan ketaatan terhadap regulasi.
Heru mengatakan auditor harus memahami aturan dan sistem pemerintahan desa, mengidentifikasi titik-titik kritis serta risiko yang mungkin muncul, termasuk melalui uji petik.
Ia juga mendorong auditor menguasai aplikasi Siskeudes karena sistem tersebut dapat membantu mengidentifikasi risiko pengelolaan keuangan desa secara lebih sistematis.
“Pengelolaan keuangan desa pada dasarnya sama seperti pengelolaan anggaran, yaitu penganggaran, pelaksanaan dan pelaporan. Tiga tahapan inilah yang menjadi ranah manajemen yang harus kita awasi,” jelasnya
Di akhir, Heru mengingatkan auditor untuk terus meningkatkan kompetensi melalui kebiasaan membaca dan belajar agar fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara optimal. (Faj/*)














