BMKG Ungkap Ribuan Titik Panas Tersebar di Sulut, YSK Kumpul 15 Kabupaten – Kota Untuk Ingatkan Bahaya Mengintai

Manado,Harimanado-  Daratan Sulawesi Utara (Sulut) dipenuhi dengan ribuan titik panas api.

Data yang diungkap  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sepanjang musim panas berkepanjangan  terdeteksi potensi 1.119 titik panas api.  Angka ini baru sementara. Hahya sampai 15 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Dari hasil pantauan titik panas ini menyebar di 15 kota dan kabupaten di Sulut.

Melihat fenomena ini, Gubernur Sulut Yulius Selvanus (YS) mengumpulkan pejabat dinas terkait dari 15 kabupaten/kota di rapat koordinasi yang ikut dihadiri Forkompinda Sulut di kantor gubernur Sulut pada Rabu (26/08/2026)

Gubernur YS begitu serius mendengar ada ribuan titik api di permukaan Sulit. Yang sangat sensitif dan rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Gubernur Sulut  YS meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk tidak menganggap remeh ancaman ini .

YS mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas, angin kencang, dan vegetasi menjadi penyebab aumber api membesar dengan sangat cepat .

Oleh karena itu, ia memerintahkan agar langkah pencegahan menjadi prioritas utama. “Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak,” ujarnya, menekankan bahwa satu titik api kecil berpotensi menjadi kebakaran luas di tengah cuaca ekstrem .

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong melaporkan telah terjadi 69 kasus kebakaran lahan dalam kurun waktu Juli hingga Agustus 2026, dengan luas area terbakar mencapai 110,4 hektare .

Untuk menghadapi situasi tersebut, Gubernur YSK menginstruksikan penguatan pemantauan titik panas, pemetaan wilayah rawan, serta pemadaman dini.

Ia juga mendorong agar posko penanganan Karhutla diaktifkan dan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar diperluas secara masif hingga ke tingkat masyarakat .

Koordinasi lintas sektor bersama TNI-Polri, dunia usaha, relawan, dan instansi terkait diminta untuk diperkuat agar penanganan Karhutla tidak dilakukan sendiri-sendiri .

Arahan ini sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 mengenai peningkatan kewaspadaan dan pengendalian Karhutla .

Adapun jumlah titik api panas paling banyak berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) sebanyak 359 titik atau sekitar 32,09 persen dari total keseluruhan .

Berikutnya Bolaang Mongondow (Bolmong) dengan 213 titik dan Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dengan 138 titik .

Sebaran titik panas juga signifikan terjadi di Minahasa Selatan (124 titik), Minahasa Utara (98 titik), dan Minahasa Tenggara (64 titik), sementara kota-kota seperti Bitung, Manado, dan Kotamobagu juga melaporkan adanya titik panas .(sal/nus)

 

Pos terkait