Di Harlah Senator Djafar Bongkar Insiden Sepatu Pasar Baru

Harimanado.MANADO- Acara syukuran hari lahir (harlah) ke-50 tahun anggota DPD RI Sulut Djafar Alkatiri, Jumat (3/1) malam terasa beda.

 

Bacaan Lainnya
Djafar Alkatiri dan anak sulung Nazmi di harlah ke-50 tahun, Jumat malam.(foto:hm)

Syukuran dibuat sederhana.

Di lorong depan rumah senator, di kompleks Blok M, Kelurahan Maasing lingkungan 3, Tuminting.

Ratusan orang datang. Ada tokoh ormas Islam, pimpinan organisasi Islam, pimpinan organisasi pemuda, pimpinan partai politik dan tokoh agama dan warga Maasing.

 

Setelah didoakan Ustadz Umar Maliki, senator menyampaikan ucapan syukur.

Djafar ditemani anaknya Nazmi mereview perjalanan ke tangga Senayan, dari awal kampanye calon DPD RI sampai pelantikan anggota  MPR RI.

 

Yang menarik di antaranya, di hari H jelang pelantikan DPD RI dan DPR RI periode 2019-2024.

 

Awalnya tidak ada yang begitu mengkhawatirkan. Hanya ada rasa tegang masih mendekap di pikiran senator peraih suara tertinggi di Manado 51 ribu.

 

Setelah lepas dari home base anggota DPD di Hotel Shangri La, Jakarta pusat, ayah tiga anak ini mulai sadar ada keanehan.

 

Firasatnya benar. Bagian bawah sepatu kulit seperti lepas.  Dia melihat sol sepatu merk lokal sudah menganga. Sudah terlambat. Bus sudah berjalan jauh.

Sol sepatu Mirip lidah menjulur keluar.

 

Jafar tidak nyaman selama perjalanan. Konsentrasi benar-benar pecah.

 

Selama di bus dia berdoa. Mohon pertolongan kepada Allah.

 

Sebab kalau terjadi apa-apa pasti malu besar.

 

Akhirnya dia pasrah. Pikiran putra Maasing itu melayang, menduga duga insiden ini cobaan Allah.

 

“Bus sampai di depan ruang paripurna MPR RI. Saya pilih turun terakhir. Saya terpaksa jalan seperti orang sakit lutut. Kayak orang sudah uzur. Saat melangkah kaki ditarik tarik,”tutur Djafar tersenyum kecut membayangkan dramanya.

 

Saat masuk ke dalam ruang sidang MPR, Djafar makin grogi. Semua mata tertuju pada anggota DPR/DPD yang masuk satu persatu.

 

Mantan ketua BKPRMI Sulut ini terus berjalan menyeret kakinya. Ditanya paspampres dan staf dijawab kaki lagi keram.

 

Djafar sempat minta Maya Rumantir membantu dengan jalan di depannya.

 

“Alhamdulillah tiba di tempat duduk anggota DPD. Ketemu pak Herson ditanya kenapa jalan pelan. Saya jawab kaki alami keram. Tempat duduk juga angka baik B99. Asmaul Husna. Posisi kedua dari depan,”elaknya saat itu.

Setelah aman. Djafar menelpon stafnya Husein. Minta beli sepatu baru di plaza Semanggi.

Oleh staf, Harganya dianggap kemahalan. Dia tak punya uang seharga sepatu.

“Alhamdulillah saya dapat sepatu baru. Yang lama saya minta disimpan,”katanya

Berikutnya kata Djafar, dia nyaris membuat paripurna MPR RI ribut. Ketika mau interupsi pimpinan sekretariat atas kekeliruan anggota termuda.

 

”Bu Maya dan lainnya minta tolong jangan interupsi. Bisa ribut. Ada presiden dan pejabat teras,”ucapnya.

 

Selama 30 menit lamanya Djafar menceritakan kisahnya. Termasuk suara yang berlimpah di Manado, Bitung dan  BMR.

 

Dia juga menyentil soal pilkada Manado. Bahwa sebagai wakil umat Islam, Djafar akan mendukung siapa saja, jika sudah resmi dicalonkan di KPU Manado.

 

“Saya akan berada di barisan siapa saja calon muslim yang resmi dicalonkan,”ujar Djafar yang tampil mengenakan kemeja coklat muda dipadu celana casual.

Dia menyebut para bakal calon yang hadir. Mulai dari Abid Takalamingan, Ayub Albugis, Azis Tegela, Ulyas Taha, Syarifudin Saafa, Machmud Turuis, Irma Hunta, Irwan Comel Pakaya dan Franco Enda Ungu serta balon wali kota Dr Taufik Pasiak.

Semuanya dia sebut dengan kelebihan masing-masing.

Acap kali Djafar menyebut  nama balon wakil, para aktivis Muslim yang duduk di halaman rumah menyambut dengan teriakan.

Yang menarik perhatian, balon wakil Irwan Pakaya. Entah serius atau guyonan, Comel julukan mantan caleg PAN dapil Tikala-Pal Dua dapat dukungan para aktivis.

Djafar juga menjadikan harlah menjadi panggung para balon. Semuanya diundang ke atas panggung mini yang terletak di depan rumahnya.

 

Rata-rata mengaku akan legowo mendukung siapa yang terpilih jadi calon.

 

Franco Enda Ungu tidak sampaikan orasi. Dia lebih banyak sapa dengan suara akrab lanjut menyanyi lagu Manado.

 

Acara makin meriah, karena para tokoh berbaur. Begitu juga para  balon bersenda gurau. Makan kue dan ubi rebus bersama-sama.

 

Acara yang berlangsung sampai pukul 24.00 Wita dihadiri Kakanwil Kemenag Sulut Dr Abdul Rasyid dan istrinya Irma Hunta, anggota DPRD Sulut Amir Liputo, Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, anggota DPRD Sulut Ayub Albugis.

 

Ada juga Ketua NU Sulut Ulyas Taha, Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli, Endah Ungu, Direktur Pemasaran Bank Sulutgo dan Ketua SI Sulut Machmud Turuis, mantan Kakanwil Kemenag Sulut Syahban Mauluddin, Presidium Kahmi Sulut Suardi Hamzah, budayawan Sulut Reiner Ointoe, Lutvia Alwi, Mahyudin Damis, Azis Tegela, Ketua PKS Sulut Syarifudin Syaafa, Presidium Kahmi Manado Baso Affandy, Sekretaris PPP Sulut Agus Abdullah, tokoh masyarakat dan BTM dan imam Masjid Ijtihad dan Alhidayah Maasing, pimpinan Comel R Pakaya dan puluhan pimpinan Ormas Islam, SI, Muhammadiyah, NU, Matlaul Anwar, KKIG Sulut, KKSS Sulut dan OKPI Sulut.

 

Kakanwil Abdul Rasyid saat sambutan memuji harlah Djafar bertepatan dengan harlah Kementerian Agama 3 Januari. Dia juga memuji Djafar yang diharapkan menjadi simpiul tokoh umat.(hm)

 

 

 

 

Pos terkait