Dipuji ICMI Pusat, Prof Sangkertadi Diminta Lagi Pimpin ICMI Sulut

SEMINAR ICMI Sulut di acara Muswil ICMI Sulut di Aston Hotel Manado, Sabtu siang.

MANADO,Harimanado.com- Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi para cendekia, ICMI Sulut periode 2025-2030.

Para peserta sepakat Prof Sangkertadi duduk sebagai Ketua Tim Formatur dalam Mukerwil ICMI Sulut yang berlangsung di Hotel Aston, Manado, Sabtu 22 November 2025.

Bacaan Lainnya

Acara lima tahunan yang dibuka resmi oleh Wakil Ketua DPP ICMI bidang organisasi, Dr Budi Priyo Santoso, berlangsung dinamis dan dihadiri sejumlah Otda dan organisasi otonom ICMI.

Selain memilih ketua, peserta juga sepakat memilih empat anggota formatur yang akan mendampingi Prof Sengkertadi.

Mereka adalah Ir Hamzah Latif, pengurus demisioner yang menduduki posisi sekretaris pada periode sebelumnya, Ketua Otda ICMI Manado Suwardi Hamzah, Ketua Otda Minahasa Prof Arijani, dan wakil dari Pemuda ICMI Manado, Ali.

“Insha Allah dalam waktu dekat kita akan menyusun pengurusnya,” ungkap Prof Sangkertadi.

Sebelum muncul kesepakatan menetapkan namanya, Prof Sangkertadi memaparkan kerja pengurus periode lalu sebagai bentuk pertanggungjawabannya. Secara bulat, tanpa catatan, para peserta menerima pertanggungjawaban tersebut, disaksikan langsung Priyo Budi Santoso.
“Saya sangat bangga, masih bisa menyaksikan tahapan ini. Kebetulan sore nanti saya balik ke Jakarta,” ungkap Priyo yang beberapa saat kemudian pamit ke Bandara Samratulangi.

Priyo Santoso dalam memberi wejangan sebelumnya, lebih banyak menguraikan kembali sejarah berdirinya ICMI atas prakarsa lima pemuda masjid kampus Brawijaya, Malang.

Ia juga mengungkapkan bagaimana ketika Prof BJ Habibie diminta untuk memimpin organisasi ini.

“Saat diminta, beliau (Prof Habibie) mengajukan persyaratan. Apa itu? Prof Habibie meminta ada jaminan dukungan 50 cendekiawan nasional. Saat permintaan ini disodorkan, barulah beliau bersedia pimpin ICMI,” kata Priyo mengenang.

Saat ini Orwil ICMI sudah ada di 35 Provinsi dan 11 di luar negeri. masing masing, di Mesir, Turki, AS, Inggris, Jepang, Jerman, Rusia, Singapura, Malaysia dan Timor Leste. “Awal Desember kita akan bikin Silatnas yang dihadiri anggota ICMI dari seluruh dunia. Dari Sulut, atau peserta yang hadir mengikuti Mukerwil ICMI Sulut saat ini, kita akan undang,” janji Priyo yang disambut aplaus peserta Mukerwil.

Terkait dengan eksistensi ICMI Sulut, ia merasa bangga dan sedikit memuji kepengurusan lama.

Menurut Priyo, ada beberapa konsep yang sudah dibukukan dan telah diterima ICMI pusat untuk dijadikan program nasional.

“Konsep P3H (Pendamping Produk Halal) dan konsep rembuk cendekia. Itu ide dari ICMI Sulut yang telah jadi program nasional,”‘ kata Priyo. (tauhid/*)

Pos terkait