MANADO- Termometer politik Muktamar PB Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di Lampung terus menanjak. Jelang pembukaan muktamar (23/12) dua kubu pendukung kandidat ketua umum PB NU, KH Said Agil Sirajd (SAS) dan Gu Yahya Cholil Staqup mulai perang opini terbuka.
Adu kuat opini sangat terasa di delegasi muktamar asal NU se Sulut. Baik kubu Gus Yahya maupun pendukung KH SAS mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas pimpinan cabang (PC) NU.
Ketua NU Sulut H Ulyas Taha telah yakin Gus Yahya didukung 10 PC NU diluar PW NU Sulut.
“Yang terkonfirmasi mendukung Gus Yahya ada 10 PC NU di Sulut,”kata Ulyas dari Bandar Lampung,Selasa (21/12).
Namun, pernyataan Kakanwil Kemenag Sulteng ini dibantah pendukung KH SAS. Dengan nada meyakinkan para tim pendukung SAS mengakui mereka lagi bersama-sama 8 PC NU se Sulut.
Salah satu tim pendukung yang ikut berangkat ke Lampung Jaelani Mansur dan Muhammad Taher mengakui KH SAS telah menyegel 8 PC.
“Tidak benar yang disampaikan tim Gus Yahya. Dari 13 PC, bersama kami di hotel ada 8 PC,”kata Jaelani Mansur yang mengaku tim pemenengan SAS.
Jaelani yang juga pengurus PW NU Sulut memilih berseberangan dengan pengurus NU Sulut karena pertimbangan SAS masih kuat dan pantas jadi ketua PB NU. Dia juga menyindir, kedewasaan berpoilitik ketua NU Sulut butuh ditingkatkan. Karena tidak mau menerima perbedaan.
“Saya dan pak Taher tidak dianggap bagian dari PW NU Sulut,”katanya.
Adapun 8 PC pendukung KH SAS adalah
1, Minahasa Tenggara
2. Minahasa
3. Bolmut
4. Sangihe
5. Bolsel
6. Tomohon
7. Minut
8. Bitung
Dia menambahkan PC Manado akan bergabung dengan KH SAS. Timingnya sedang ditunggu. Tim SAS asal Sulut terus mendekati delegasi PC yang belum menyatakan sikap.
Pantauan di media sosial FB, perang opini terjadi antara Ulyas Taha, Wabup Amin Lasena lawan Jaelani Mansur dan lainnya.(faj)















