Munas PB NU Mulai Pemanasan, KH SAS Tuding Ada Unsur Pemerintah Dukung Salah Satu Calon

KH SAS

JAKARTA- Tensi pertarungan calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian panas. Kian dekat Muktamar PB NU di Lampung, aroma persaingan mengerucut ke dua nama. Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf.

Bukti persaingan amat keras adalah sindiran Said Aqil bahwa  ada instansi pemerintah yang ikut campur dalam pemi lihan ketua umum baru lembaganya di Muktamar Lampung, Desember.

Bacaan Lainnya

“Kalau ada [campur tangan], kita sayangkan. Jangan sampai instansi pemerintah ikut campur dalam Muktamar NU atau menghilangkan kredibilitas,” kata Said saat berkunjung ke Kantor Transmedia, Jakarta, Kamis (11/11).

Dia cuma khawatir pemerintah dan PBNU dirugikan jika hal itu terjadi. Menurutnya, kredibilitas dua institusi akan rusak jika ada yang campur tangan pada muktamar.

“Kalau pemerintahan, kementerian, ikut campur dalam persoalan mobilisasi massa, wah rusak, mobilisasi suara, rusak ini,” kata Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

Sebelumnya, dua tokoh NU menyatakan siap maju dalam Muktamar PBNU. Selain Said, ada Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf yang mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU.

 PCNU di Kalbar Ramai-ramai Dukung Said Aqil jelang Muktamar NU
Menjelang muktamar, Wakil Ketua PWNU Lampung Muhammad Irfandi menyebut ada oknum Kemenag memborong kamar hotel di Bandar Lampung. Ia bilang hotel-hotel diborong di tanggal-tanggal muktamar.

“Saya mempertanyakan, kenapa negara seakan mengindikasikan melakukan sabotase terhadap kegiatan ini, sehingga mereka memborong tingkat hunian hotel yang bertepatan dengan agenda Muktamar,” ungkap Irfandi dalam keterangan tertulis, Senin (8/11).

Tudingan itu telah dibantah Kementerian Agama. Bantahan juga disampaikan oleh Yahya Staquf. Ia menyangsikan klaim soal Kemenag intervensi Muktamar PBNU.

“Kita lihat yang nuduh siapa, dasarnya apa? Memang benar? Nanti kalau dipolisikan, cari materai lagi,” sindir Yahya saat ditemui CNNIndonesia.com di kediamannya di Jakarta Selatan, Rabu (10/11).

Bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf merespons tuduhan PWNU Lampung soal Kementerian Agama (Kemenag) mengintervensi Muktamar NU.

Yahya mempertanyakan dasar klaim PWNU Lampung tersebut. Dia menyindir orang yang memainkan isu itu akan meminta maaf jika diproses hukum.

“Kita lihat yang nuduh siapa, dasarnya apa? Memang benar? Nanti kalau dipolisikan, cari materai lagi,” kata Yahya saat ditemui CNNIndonesia.com di kediamannya di Jakarta Selatan, Rabu (10/11).

Dia membantah melibatkan Kemenang dalam pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU. Ia justru bertanya-tanya bagaimana cara menggunakan Kemenag untuk memenangkan pertarungan di Muktamar PBNU.

“Kalau soal Yaqut dukung saya, adik saya itu. Itu satu. Kedua, dia itu Ketua Umum GP Ansor, masih peserta muktamar,” ujar Yahya.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu berkata tak menggunakan fasilitas negara untuk pemenangan. Yahya berkata ia memilih berkeliling ke kader-kader NU di daerah untuk menjaring dukungan.

“Saya ketemu semua cabang-cabang itu, saya bicara dengan mereka, saya dengarkan kemauan mereka dan saya jelaskan tawaran saya,” ucapnya.

 PBNU akan menggelar pemilihan ketua umum pada Muktamar di Lampung, 23-25 Desember. Yahya yang berstatus Katib Aam PBNU mencalonkan diri sebagai ketua umum.

Sementara itu, petahana Said Aqil Siraj juga menyatakan akan maju kembali. Said mengaku siap untuk memimpin PBNU untuk kali ketiga jika diminta para ulama.

Persaingan antara Yahya dengan Said telah dimulai sejak dini. Wakil Ketua PWNU Lampung Muhammad Irfandi mengklaim oknum Kementerian Agama yang memborong kamar hotel yang tersebar di Kota Bandar Lampung pada tanggal muktamar.

“Saya mempertanyakan, kenapa negara seakan mengindikasikan melakukan sabotase terhadap kegiatan ini, sehingga mereka memborong tingkat hunian hotel yang bertepatan dengan agenda Muktamar,” kata Irfand.(CNN)

Pos terkait