Harimanado.com,JAKARTA- Sejarah baru diukir warga Skotlandia. Untuk pertama kali negara anggota persemkamuran Britania Raya dipimpin seorang Muslim. Humza Yousaf keturunan Asia Selatan.
Yousaf meraih suara mayoritas anggota parlemen dari Partai Nasional Skotlandia. Menggantikan Nicola Sturgeon sebagai pemimpin Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang berkuasa.
Dengan memimpin SNP, Yousaf otomatis akan mengambil alih sebagai kepala pemerintahan semi-otonom.
Pria Muslim berusia 37 tahun akan menjadi Muslim pertama memimpin sebuah negara di Eropa Barat.
Setelah mengetahui kemenangannya, Yousaf mengatakan dia akan berkonsentrasi untuk mengatasi krisis biaya hidup, mengakhiri perpecahan dalam partai dan mendorong kemerdekaan baru.
“Rakyat Skotlandia membutuhkan kemerdekaan sekarang, lebih dari sebelumnya dan kami akan menjadi generasi yang memberikan kemerdekaan,” kata Yousaf dalam pidatonya di Edinburgh dikutip dari Reuters.
Kemenangan Yousaf dikonfirmasi di lapangan rugby nasional setelah dirinya berkampanye enam minggu. Yousaf meraih 52% suara anggota SNP pada putaran kedua penghitungan, Ia mengalahkan Kate Forbes, Sekretaris Keuangan, yang mendapatkan 48% suara.
Sementara calon lainnya Ash Regan, keluar dari pemerintahan karena menentang usulan perubahan pengakuan gender. Tiga kandidat ini merupakan anggota SNP. SNP selaku partai berkuasa di parlemen Skotlandia memiliki suara mayoritas dan berwenang untuk menentukan siapa pengganti Sturgeon yang sudah memimpin sejak 2014.
Dikutip dari situs web resmi The Scottish Parliament, Humza Haroon Yasouf lahir pada 7 April 1985 di Glasgow. Dia telah menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial di Skotlandia sejak 2021.
Pada 2018 hingga 2021 di bawah kepemimpinan Sturgeon, sebelumnya dia sempat menjabat sebagai Menteri Kehakiman.
Yousaf merupakan anak dari imigran generasi pertama yang pernah tiba di Skotlandia — di tahun 1960-an dan memiliki keturunan Pakistan.
Selain menjadi politikus Muslim dan asal Asia Selatan pertama, dia juga menjadi anggota parlemen pertama yang tidak berkulit putih.
Karier politik Yousaf dimulai sejak dia lulus dari Universitas Glasgow, yang mana pada 2007.
Yousaf kemudian menjadi anggota parlemen yang mewakili wilayah kelahirannya sejak 2011 dan menjadi anggota SNP di parlemen untuk mewakili Glasgow Pollok sejak 2016.
Yousaf memiliki misi untuk melanjutkan kebijakan Sturgeon untuk bercerai dari Britania Raya dan memerdekakan Skotlandia.
Yousaf memandang bahwa Skotlandia telah menghabiskan waktu terlalu banyak untuk mencari-cari kekurangan pemerintahan Inggris agar bisa keluar, tetapi pada saat bersamaan tidak cukup waktu untuk menciptakan visi bagi Skotlandia untuk bisa merdeka.(kumparan)















