MANADO- Belanja proyek desa penerima dana desa (dandes) di Sulut cukup fantastis. Data Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulut, sampai periode 22 Maret 2022, anggaran Dandes tahun 2022 di Sulut telah tersalur sebanyak Rp124 miliar.
Atau dikonversi sebesar 10,9 persen dari total dandes Rp1,08 triliun. Itu berarti,
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran pemerintah desa untuk mengelola, memanfaatkan, serta merealisasikan dana tersebut sebaik mungkin sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi di desa dan secara keseluruhan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden menekankan, pemanfaatan Dana Desa dapat diarahkan kepada pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan produktivitas masyarakat pedesaan, salah satunya jalan akses ke sawah atau perkebunan.
Sampai saat ini telah terbangun 227 ribu kilometer jalan desa yang dibiayai dari Dana Desa. Masih ada banyak jalan-jalan di desa yang memang baru dibangun dan diperbaiki, utamanya dan utamakan jalan-jalan produksi yang menuju ke sawah, ke kebun itu yang didahulukan.
“Embung, irigasi, dan lain-lain, jembatan, pasar desa, BUMDes, tambatan perahu, banyak sekali, sudah saya cek satu per satu,” ujarnya.
Terkait peningkatan kualitas hidup masyarakat, lanjut Presiden, Dana Desa antara lain dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sarana air bersih, posyandu, polindes, drainase, sumur, pendidikan anak usia dini (PAUD), serta MCK (mandi, cuci, kakus).
“Ini juga dari Dana Desa dan itu akan memperbaiki kualitas hidup, kualitas SDM (sumber daya manusia) dari masyarakat di pedesaan,” imbuhnya.
Presiden kembali menekankan agar penggunaan Dana Desa diutamakan untuk perputaran roda ekonomi di desa. Contohnya, pembelian material buat pembangunan infrastruktur atau pembelian makanan penambah nutrisi dilakukan di desa tersebut.
“Itulah yang akan menghidupi masyarakat kita, masyarakat desa. Pada akhirnya nanti akan menurunkan angka kemiskinan di desa,” tandasnya.(hrm/hm)















