3 Minut dan 2 Kotamobagu Tewas Mengenaskan di Lubang Tambang Buyat

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Harimanado.com,MANADO- Jerit tangis keluarga pecah menatap anak dan suami mereka telah terbujur kaku. Mreka hanya meratapi musibah yang menimpa kerabat mereka para penambang liar di Pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Buyat 2, Kecamatan Bolmong Timur.

Gara gara aktivitas penggalian, tiba tiba terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan lima nyawa penambang melayang.
Peristiwa naas ini terjadi di lokasi PETI milik pengusaha MW pada Rabu (21/05/2025), sekitar pukul 17.15 WITA.

Bacaan Lainnya

Asal usul kelima korban tewas akibat tertimpa bongkahan batu dan tanah di dalam lubang, tiga dari Minahasa Utara dan dua Kota Kotamobagu. Lima korban itu AU (31), SH (22),  SA (28) asal Kabupaten Minahasa Utara. Kemudian SM (35) dan MM (44) asal Kota Kotamobagu.

“Kelima korban ini sedang melakukan aktifitas pengambilan material emas di lokasi milik pak MW, namun saat akan mengambil material para korban ini tertimbun longsoran batu,” ujar sumber yang tak ingin namanya disebut.
Para penambang lain berupaya menyelamatkan nyawa para korban. Mereka sempat dilarikan ke RSUD Noongan Kabupaten Minahasa, namun sayang nyawa mereka tak tertolong.

Diketahui PETI milik MW ini menggunakan alat berat jenis excavator yang beroperasi sudah cukup lama.

Camat Kotabunan Idrus Paputungan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya baru mengetahui peristiwa korban meninggal di lokasi PETI yang ada diwilayahnya.

“Saya baru dapat info hari ini, kayaknya ini sengaja ditutupi ke pemerintah setempat,” ujar Idrus, Rabu (28/05/2025).(sus/ham).

Pos terkait