AARS Bingung Atau Kurang Fokus

BULAN madu duet nakhoda baru Manado telah selesai. Saatnya Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Manado dr Richard berfikir keras serta bekerja cerdas. 38 hari waktu yang cukup untuk Andre Richard saling memahami. Mereka berdua bukan pasangan yang baru saling kenal. Lama diikat oleh ideologi banteng merah. Sehingga tidak ada alasan, pengusaha dan dokter ini masih baku raba.

Latar belakang Andrei Richard tidak perlu diragukan. Bekal tiga periode menjadi wakil rakyat, menjadi modal dasar untuk mendrive Kota Manado. Kota yang relatif kecil wilayahnya. Versi BPS Manado daratannya seluas 15.276 Ha  Namun penduduknya hidup berdempetan. Angkanya diperkirakan 475.000 an (data BPS 2020).

Bacaan Lainnya

Pasca pelantikan Ko Andre dan bung Richard  begitu bersemangat akan menjaga neraca ekonomi dan kesehatan. Kepada media, Ko Andrei mengakui fokus membenahi lumbung pemasukan kas daerah. Serta membuat kebijakan vaksin massal di setiap rumah ibadah.

Langkah awal Andrei Richard sudah tepat. Transisi pemerintahan memang butuh fokus. Seperti yang dilontarkan di depan pengurus organisasi muslim, siang dua pekan lalu. Ekspresinya agak tidak bersahabat, ketika ada proram Manado Hijau yang diusulkan ketua organisasi mahasiswa Manado.

“Maaf. Mohon jangan ganggu kita pe program. Silakan kalau ngoni mobekeng (silakan kalau kalian mau buat).”

Pertanyaannya? Benarkah Ko Andrei, mampu mengelola program dan mengeksekusi? Apakah sudah terlihat jejak dari managemen laba AARS? Mari kita lihat program dan apa yang dilakukan selama 38 hari. (Bersambung)

 

 

 

Pos terkait