MANADO- Kesibukan Wali Kota Manado Andrei Angouw bukan hambatan untuk turun lapangan.
Usai senam dan menghadiri HUT Ke-88 GMIM Bersinode di Kawasan Megamas Manado, Angouw bergerak cepat menuju Kecamatan Malalayang, tepatnya di sekitar Kantor Camat dan Polsek Malalayang.
Kehadiran Andrei mengundang perhatian warga yang lalu lalang.
01 Manado didampingi Camat Malalayang Royke Kalalo, Lurah dan para ketua lingkungan melihat sistem pengumpulan sampah di Stasiun Peralihan Antara (SPA).
Sambil melihat kondisi SPA, Wali Kota menjelaskan pemetaan pengumpulan sampah yang harus dilakukan. Andrei meminta agar proses dan mekanisme pengumpulan sampah ini dapat berlangsung cepat.
“Artinya truk dan motor sampah tidak harus lama-lama di SPÀ ini supaya tidak menjadi pemandangan yang kurang menarik karena seolah-olah sampah terbiarkan di pinggir jalan,”katanya.
Analisa lapangan memperkirakan bahwa disetiap SPA terdapat kurang lebih 5 kendaraan motor sampah.
Wali kota ingatkan pengaturan jam juga sangat penting ketika bertemu di SPA.
“Baik lloleh motor sampah maupun truk pengangkut sampah. “Rute, jalur dan alur motor sampah harus diketahui supaya alur ini menjadi kebiasaan setiap hari bahwa proses pengumpulan sampah akan terintegrasi lewat sistem yang sudah dibuat dan dibiasakan,” urai Walikota.
Wali kota minta laporan dievaluasi setiap hari agar formatnya menjadi jelas untuk dijadikan patokañ pengumpulan sampah setiap hari.
” Harus diatur, jam berapa truk masuk, jam berapa motor sampah kumpul atau bawa sampah di SPA. SPÀ ini tidak harus paten tempatnya sehingga titiknya fleksibel bisa bergeser sesuai dengan volume sampah yang tersedia disetiap lokasi yang saja berbeda-beda,” tambahnya.(cin)















