Bantu Kaum Ekonomi Lemah,  KAHMI Manado Lakukan Khitanan Massal Saat Maulud Nabi

Khiitanan massal KAHMI Manado untuk anak-anak dari keluarga ekonomi terbatas Minggu (17/10)

MANADO- Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Manado, terus melakukan beragam kegiatan. Setelah duta vaksin, berbagi dengan korban kebakaran, lanjut dengan festival sepak bola U-12, dan dialog kebangsaan tentang sosial politik daerah Jumat pekan lalu,

KAHMI Manado melakukan aksi sosial lain berbentuk khitanan massal, pada Minggu (17/10) di Kelurahan Banjer, Lingkungan II, Kecamatan Tikala, atau tepatnya di Lorong Mantehage.

Bacaan Lainnya
Korpres KAHMI Manado Fikry Darise saat sambutan pembukaan khitanan massal

Khitanan dibatasi 35 anak di Kota Manado dan sekitarnya. Orang tua mereka senang. Selain khitan gratis, mereka diberi bingkisan dan sertifikat.

Acara terbilang sukses. Didukung Pemkot Manado dalam hal ini Dinas Kesehatan Manado. Juga disponsori  Pegadaian Syariah Istiqlal, Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Forhati) Manaso, Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI), PT Delta Pasifiq Indotuna serta Yayasan Darul Faizin.

Koordinator Presidium MD KAHMI Manado, Moh Fikry Darise SH MKn mengatakan, bahwa khitanan massal ini merupakan bagian dari program kerja dalam Musyawarah Daerah (Musda) MD KAHMI Manado ke IV. “Khitanan massal digelar sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” terangnya.

Lanjutnya, peserta khitanan massal adalah anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu. “Kami khususkan ke kelompok tersebut. Intinya, kegiatan ini sukses dan saya bangga karena mendapat dukungan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat muslim. Buktinya peserta yang mengikuti kegiatan ini sesuai dengan target yang kita harapkan,” jelasnya.

Pengurus Yayasan Menara Darul Faizin, Sayyid Muhammad Hasyim Albaar mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami senang dan puas, sebagai tuan rumah di lokasi khitanan massal ini yang dilaksanakan MD KAHMI Manado. Organisasi para alumni HMI ini benar-benar peduli dengan kondisi keumatan, apalagi dimaaa pandemi covid-19,” ujar Staf Ombudsmen RI Perwakilan Sulut ini.(***)

Pos terkait