MANADO- Haru campur bahagia tercermin dari wajah tiga pesepakbola junior yang terpilih ke Milan Academy, Italia. Mereka sulit berkata kata. Lebih banyak diam lantaran senang akan berlatih di salah satu negara kiblat sepak bola dunia. di Kota Milan, yang langganan Piala Eropa

Di acara perpisahan sebelum take off ke Jakarta Kamis siang (14/07/2022) di Cella Bakery, Tikala tiga bintang masa depan Sulut ini Fathur Carlos (Manado), Farel Wenas (Talaud) dan Bintang Tiwa (Kota Kotamobagu) amat bahagia. Mereka ditemani ayah dan ibu mereka. Lantaran senangnya, para talenta muda yang terpilih dari ratusan anak ini begitu grogi di saat diwawancarai.
“Kami amat senang bisa berlatih ke Milan. Ini semua berkat ibu Sonya Kembuan. Sekali lagi kami akan menjaga nama baik Sulut. Kami bertiga akan berlatih dengan sungguh sungguh,”kata Farel yang dua tahun lebih berlatih di bawah gemblengan SSB Firman Utina di Tangerang.
Hal senada dituturkan Fathur Tanjung Carlos. Sulung dari dua saudara ini kelihatan sulit mengungkapkan rasa bahagia. Ibarat mimpi yang indah untuk merumput di Milan Italia.
“Kami juga tidak lupaucapkan terima kasih kepada Allah. Semuanya karena izin dari Allah. Serta ibu Sonya yang telah mewujudkan mimpi kami. Sungguh kami tidak pernah bermimpi. Kami juga ucapkan terima kasih kepada papa dan mama. Doakan kami supaya bisa kembali dengan selamat,”katanya.

Begitu pun orang tua mereka. Aura kebahagiaan terpancar dari ayah dan ibu masing-masing. Arsun Carlos dan Falen Wenas mengakui kehebatan Sonya S Kembuan atau yang disapa SSK. Berkat pengorbanan dan keikhlasan SSK, mimpi indah ke Milan Academy Italia akhirnya terwujud.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada ibu Sonya dan tim pelatih (scouting),”katanya.
Ketua Panitia Pelaksana rekrutan Milan Academy Mario Lamia saat konperensi pers menje;askan program ini murni dan independen yang digagas dan didukung full pengusaha perempuan Sonya Selviana Kembuan.
Mario yang didampingi tim scouting coach Hamdi Idris, Lukman Idris dan Aku Thalib menambahkan tiga pemain muda ini akan berlatih bersama para pemain muda U-16 dari negara lain di Akademi Milan. Mereka akan digembleng selama 10 hari oleh para pelatih Milan. Termasuk beberapa eks bintang timnas Italia dan AC Milan.

“Seharusnya program latihan ini selama 20 hari lebih. Mereka sudah berada di Italia tanggal 8 Juli. Cuma terkendala di proses terbitnya visa ke Italia,”kata Rio sapaan akrabnya.
Kata Mario, SSK akan menjemput para pemain di Jakarta. Mereka akan ditemani SSK dan suaminya dan dua tim pendamping yang mengurus semua kebutuhan anak – anak selama di Milan. Rio meminta para orang tua dan warga Sulut doakan SSK supaya pengusaha ini tetap sehat dan sukses usahanya. Para pemain juga jaga nama baik pesepakbola Sulut. Jaga nama SSK yang luar biasa pedulinya. Karena semua biaya murni dari kantong anak sopir angkot ini. Tidak ada satu rupiah bantuan dari sponsor manapun.
“Kita sama-sama doakan supaya ibu Sonya akan melanjutkan program ini sampai tahun depan. Dan mendapat support dari PSSI dan pihak lainnya,”katanya.
Selama di Milan Academy, tiga pemain ini akan digembleng dengan gaya sepakbola ala Italia. Mereka akan dapatkan semua fasilitas dari Milan Academy. Termasuk kesempatan ujicoba dengan akademi lain.
Para pemain rencananya Jumat akan bermalam di Jakarta. Akan berangkat ke Eropa Sabtu dini hari bersama SSK dan tim pendamping.
Di acara perpisahan, keluarga tiga pemain diantar keluarga masing-masing ke Bandara Sam Ratulangi Manado. Fathurrahman Tanjung Carlos diantar ayah ibunya Arsun Carlos dan Hj Yulianti Tanjung, dan keluarga lainnya. Orang tua Farel Wenas ditemani Falen Wenas dan Helen Builda dan orang tua Bintang Noldy Tiwa dan Yumi Makalalag.
Fathur Carlos dapat kejutan dari teman sekolah MAN Model Manado. Mereka datang diam diam ke bandara dan memberi ucapan selamat HUT ke 16.
Terpilihnya tiga pemain muda ini murni dari proses seleksi dari para pelatih kenamaan sepakbola Sulut. Para pelatih tidak menentukan siapa yang akan lolos ke puncak. Penentuan ada di Milan Academy dan ibu SSK.
Para pemain muda U-16 ini semuanya ada enam. Tiga dengan nilai teratas berangkat ke Milan. Tiga lainnya cadangan. Dan SSK lagi berupaya supaya tiga cadangan bisa belajar ke Milan Academy di Hanoi, Vietnam.
Seperti diketahui, tiga pemain ini telah memiliki modal sebagai pemain berbakat. Bintang Tiwa punya bekal sebagai pemain gelandang SSB Bintang Kanza Kotamobagu. Pernah membawa Bintang Kanza juara Danone (U-12) di Sulut dan bertarung di Jakarta.
Farel Wenas pun begitu. Pemain SSB asal Talaud yang dilirik Firman Utina untuk berlatih di SSB FU di Tangerang. Hal serupa dengan Fathur Carlos, sejak U-12 telah merumput di Danone Cup saat diasuh SSB Bina Sulut Maasing. Lantaran kehebatannya sulung dari dua bersaudara dipilih pelatih PPLPD Arifin Adrian dan Frangky Korea menjadi pemain gelandang PPLPD (sebuah program binaan atlet muda Manado dari Dispora Manado). (*)















