Debat Pertama Pilgub Sulut Masih Canggung, SKDT Beberkan Data, E2L Bicara Wisata dan Lingkungan dan YSK Cukup Kritis 

KOTAMOBAGÙ– Debat publik perdana tiga pasangan calon gubernur Sulut dan wakil gubernur Sulut 2025-2029 banyak disaksikan warga Sulut. 

Terbukti debat yang digelar KPU Sulut di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu malam (09/10/2024) disaksikan ribuan warga Sulut melalui kanal youtube Kawanua TV. 

Bacaan Lainnya

Tiga pasangan calon (paslon) tampil agak formal dan kelihatan masih canggung. Dimulai dari paslon 01 Yulis Selvanus Lumbaan Komaling (YSK) – Victor Mailangkay (VM), paslon 02 dr Elly E Lasut-Hanny Jost Pajouw dan paslon 03 Steven Kandouw – Letjen Denny Tuejeh. 

Debat perdana ketiganya memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka yang akan diimplementasikan dalam lima tahun ke depan. Namun E2L-HJP tidak paparkan visi misi program secara tekstual dan detil. Elly memaparkan secara umum. 

Di sesi pertama, tiga calon gubernur saling menanggapi pertanyaan panelis. SK sapaan akrab Steven meluruskan jawaban Elly tentang mengembangkan wisata budaya lokal.Elly menyentil pariwisata terkait dengan dampak lingkungan. Ekowisata yang berkelanjutan tanpak merusak. 

SK kemudian memberi tanggapan bahwa wisata yang nilai jual tinggi Health n tourisme. 

“Maaf kalau tidak salah yang ditanyakan bagaimana mengendorse pariwisata berbasis budaya. Karena budaya terkait kearifan lokal maka saya akan bangun gedung kesenian,”katanya..  

Kemudian di sesi saling memberi pertanyaan ketiga cagub memberi pertanyaan yang cukup tajam. E2L fokus dengan ekowisata lokal dan konservasi lingkungan, SK ekonomi berbasis pertanian dan wisata, YSK terkait menaikkan PDRB. 

Denny Tuejeh, dengan latar belakang militer, menekankan pentingnya menyelesaikan konflik kepentingan dalam penataan ruang wilayah Sulut. Menurut Tuejeh, konflik ini bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat, yaitu melalui komunikasi, sosialisasi, dan pelibatan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan terkait tata ruang.

“Jika kita tidak melakukan pendekatan ini, konflik kepentingan akan sulit dihindari,” kata Tuejeh dengan tegas.

Ia juga menambahkan bahwa sinkronisasi tata ruang akan membawa dampak positif yang besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sulut.
Pernyataan Tuejeh ini mendapat tanggapan positif dari Hany Joost Payou, salah satu peserta debat Cawagub. “Saya rasa, saya setuju dengan tanggapan tersebut,” ujar Payou, memperkuat diskusi mengenai isu tata ruang yang diangkat dalam debat. 

Acara debat publik yang dipandu wartawan TV Kawanua Regina Mangkey dan D Pinontoan berakhir dengan mulus.(lip)  

Sebelum debat berlangsung SK-DT tidak lupa minta didoakan. 

SK-DT kelihatan khusyuk mengikuti doa bersama oleh sejumlah pendeta yang dipimpin langsung Pdt Johan Manampiring di salah satu kamar di Hotel Sutanraja Kota Kotamobagu. 

“Harus selalu mengandalkan Tuhan dalam apa pun,” ungkap Cagub Steven Kandouw.
Turut hadir Ketua Tim Pemenangan SK-DT yang juga putera Nusa Utara Djouhari Kansil, Sekretaris Reza Rumambi, Sandra Rondonuwu, Rocky Wowor bendahara tim, Firasat Mokodompit dan pengurus tim pemenangan SK-DT lainnya.(*)
 

Pos terkait