MANADO- Puluhan siswa SMU negeri dan swasta di Kota Manado telah mendeklarasikan sebuah perkumpulan Pemuda Sadar Pancasila Manado. Mengenakan kaos oblong putih mereka berikrar di acara pembukaan Festival Bung Karno Manado (FBKM) di kompleks Dinas Pariwisata Kota Manado di Kawasan Megamas, Kamis sore (30/06).
Komunitas ini bentukan dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado.
Di hadapan Wali Kota Manado Andrei Angouw (AA), Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang (RS), pimpinan Forkompinda Sulut, serta ribuan undangan mereka menyatakan siap sebagai pemuda penjaga ideologi Pancasila.
Ikrar para pemuda menarik perhatian, lantaran semangat dan keseriusan mereka. Suara mereka kompak dan lantang saat nyatakan siap tampil di depan untuk membela ideologi yang diajukan Presiden Soekarno.
Saat deklarasi Pemuda Sadar Pancasila Manado, Ketua FKDM Edwin Moniaga serta belasan pengurus dan anggota FKDM Manado turut hadir menyaksikan dari atas panggung acara FBKM 2022.
Wali Kota AA yang menyaksikan dari panggung sisi barat menyatakan kagum dengan pembentukan komunitas anak muda sadar Pancasila. AA mengucapkan apresiasi kepada FKDM Manado sebagai mitra pemerintah melalui Badan Kesabangpol Manado.

“Kita memang harus perkuat mental dan pola pikir anak muda dengan ideologi Pancasila. Karena tantangan bangsa ini dari masa kini dan masa depan lebih berat,”kata Wali Kota seperti dikutip Kadis Kominfo Manado Erwin Kontu.
Ketua FKDM Edwin Moniaga SH MH didampingi pengurus FKDM Manado menguraikan tujuan FKDM Manado membentuk komunitas anak muda yang sadar dengan Pancasila. Kata Moniaga, jarak kelahiran Pancasila dengan generasi milineal sudah sangat jauh. Ikatan emosional kaum muda tidak sekuat generasi X dan Y yang lahir di era 1970 an dan 1980 an.
“Tugas kami FKDM Manado membantu pemerintah menjaga dan mencegah terjadi ancaman dari bahaya penyakit sosial termasuk bahaya ideologi radikalisme dan sektarianisme di kalangan anak muda.
Acara deklarasi Pemuda Sadar Pancasila masih satu rangkaian kegiatan seminar dua hari sebelumnya di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut pada Selasa (28/06/2022).

FKDM Manado melakukan seminar bertajuk ‘Pemantapan Ideologi Pancasila Sebagai Pegangan Anak Muda dalam Menghadapi Era Modern’.
Ketua Edwin dalam sambutan menguraikan seminar dan deklarasi Pemuda Sadar Pancasila Hebat Kota Manado berawal dari rasa gelisah akan lemahnya ideologi Pancasila di kalangan anak muda. Rata – rata kaum milineal tidak faham apalagi tahu sejarah lahir dan terbentuknya Pancasila dan NKRI.
“Kalau dulu ada penataran P4, tapi sekarang cara doktrin seperti zaman ordebaru tidak cocok dengan gaya komunikasi yang sangat canggih. Mungkin pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dihidupkan lagi tapi dengan metode yang berbeda,”kata Moniaga di depan peserta seminar.
Dosen Fakultas Hukum Unsrat ini mengilas balik awal mula kehadiran Pemuda Sadar Pancasila Hebat Manado. Secara garis besar, kata Edwin ada masukan dari Wali Kota Andrei Angouw supaya FKDM Manado meracik kegiatan bertemakan Pancasila. Setelah itu, FKDM Manado merancang forum group discussion (FGD) secara marathon. Diawali dari seminar dari akademisi Karel Najoan, kemudian Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur dan terakhir Pastor Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting Bendictus Pangkey MSC
Seminar dihadiri Kaban Kesbangpol Manado Connie Lantu mewakili Wali Kota Manado dan Kaban Kesbangpol Provinsi Sulut Ferry Sangian mewakili Gubernur Sulut.
Keduanya mengapresiasi kegiatan FKDM Manado yang menyisir anak muda. Kata Sangian semakin sering dilakukan pendalaman ideologi Pancasila ke pikiran anak muda, makin bagus untuk kepentingan bangsa.
Seminar yang dimulai pukul 10.00 Wita, berakhir pukul 18.00 Wita. Pembicara pertama dari Pembina BPIP Andreas Anangguru Yewangoe. Diskusi dipandu anak muda mahasiswa FH Unsrat Sharon Baroleh. Pakar sejarah dari NTT ini mengulas sejarah otentik Pancasila di saat PPKI bersidang. Bahwa Soekarno mendapatkan ide dasar negara Pancasila saat melihat buah pohon Sukun waktu diasingkan di Ende Flores NTT.
Kapok Sahli Pangdam XIII/Merdeka Erdy Jammy Lumintang. Di bawah moderator Ferdinando AW, jenderal berdarah Kawanua ini secara makro menjabarkan ancaman geopolitik global. Ancaman melalui energi dan pangan.
Pemateri ketiga Kaban BKD Pemprov Sulut Clay Dondokambey dengna moderator Yusak Saseleh dan terakhir Karel Najoan yang dipandu Jendri Sualang.
Adapun pengurus FKDM Manado yang sempat hadir Wakil Ketua Letkol (purn) Sonya Ngontung, Sakti Kader, Aswin Lumintang, Fernando AW, Araodah Hasan Jan, Ferry Taroreh, Jusak Saseleh, Sugiat Kantiadago, Telly Kapoh, Idam M dan Donald Toloh.(*)















