MANADO— Aksi menolak Papua merdeka digelar puluhan mahasiswa di Sulut, pada Jumat (10/6).
Mereka menamakan Aliansi Pemuda Peduli NKRI. Gabungan dari beberapa elemen mahasiswa seperti GMNI, LMND dan Forum Ilmiah Generasi Sangihe.

Mereka yang sebagian besar mahasiswa asal Sulut menggelar aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut pukul 11.00 WITA sampai 12.15 WITA.
Dalam orasi mereka menyatakan menolak wacana Papua merdeka serta referendum, mendukung implementasi Undang-undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) nomor 2 tahun 2021 dan rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di tanah Papua.
Sekira 70 orang yang dipimpin oleh Alfian Tempongbuka (Korlap), diterima Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian didampingi Ketua Komisi 1 Raski Mokodompit.
Kata Alfian, mereka menolak Papua merdeka dan referendum bagi Papua karena Papua adalah bagian dari Indonesia yang tak terpisahkan. Selesaikan konflik Papua dengan damai. Mengedepankan rekonsiliasi dan restitusi menuju Papua yang aman.
“Otsus dan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua merupakan bentuk upaya pemerintah untuk menyelesaikan konflik di Papua secara bermartabat melalui rekonsiliasi dan restitusi demi tercapainya Papua damai, aman dan sejahtera,” ujar mereka.
Kata mereka, Otsus harus terus berlanjut di Papua karena akan sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat Papua.
“Selain untuk mensejahterakan masyarakat Papua, dana Otsus juga berdampak kepada keberlanjutan pembangunan di tanah Papua, terlebih pembangunan pendidikan dan kesehatan,” ujar mereka secara bergantian.
Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian (JAK) mengapresiasi mahasiswa yang memberikan masukan kepada pemerintah untuk membantu masyarakat Papua
JAK berjanji aspirasi mahasiswa ini akan dibawa ke DPR RI dan pemerintah. Mereka akan sampaikan aspirasi mewakili masyarakat Sulut.
:Kami menyampaikan kepedulian masyarakat khususnya mahasiswa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar James sembari menambahkan paling lambat satu minggu kedepan.
Katanya, ini merupakan langkah positif seluruh pemuda Sulut yang tidak hanya diam saja namun memberikan sumbangsih pemikiran untuk Papua dalam rangka keutuhan NKRI.
Usai memberikan sambutan, perwakilan masa aksi menyerahkan tuntutan aksi dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sulut.
Sekadar diketahui, sebelumnya para pemuda ini tiba di Kantor DPRD Sulut pukul 11.10 WITA dengan membawa alat peraga berupa satu unit mobil komando, sound sistem, spanduk dan pamflet berisi tuntutan aksi.
Mereka dikawal ketat oleh pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Mapanget, Iptu Yusi Kristiana. (erga/hm)















