Harimanado.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan simulasi pemungutan dan perhitungan suara pada penyederhanaan desain surat suara serta formulir Pemilu Serentak 2024, Sabtu (21/11) akhir pekan lalu. Penyelenggaraan dilakukan di KPU Sulut.
“Sulut secara infrastruktur siap. Mereka bersedia lakukan ini. Kami memang pertimbangkan per pulau. Abis dari Sulawesi, kemudian Bali dan Sumatra,” ujar Komisioner KPU RI Ilham Saputra.
Dia menjelaskan, simulasi dilakukan karena pertimbangan salah satunya surat suara tidak sah.
“Ini membuat kita berinisiasi melakukan penyederhanaan surat suara. Makanya kita panggil stakeholder terlibat supaya tahu,” kata Ilham.
Dia menerangkan, ada 2 opsi surat suara yang disimulasikan. Yaitu dua dan tiga surat suara.
“Yang dua surat suara yakni ada DPD RI sendiri, kemudian, presiden dan pileg yang didalamnya DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kab/kota. Untuk yang tiga surat suara, ada pileg, pilpres dan DPD. Pileg itu berisi DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” paparnya.
Menurut Ilham, ini sebetulnya memudahkan. Supaya masyarakat dan petugasnya juga lebih muda dalam bekerja melakukan pemungutan dan perhitungan suara.
Di pemilu waktu yang lalu, ada banyak Ad hoc yang meninggal dunia. Menurutnya ini juga salah satu upaya untuk mempermuda.
“Kita melihat selain surat suara tidak sah, dilihat juga kesulitan penyelenggaran kita di bawah untuk mengadministrasikan hasil pemungutan dan penghitungan. Tapi ini salah satu upaya kita agar lebih muda,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh mengatakan, kegiatan ini sudah ditentukan oleh KPU RI.
“Kami memang siap ketika ditanyakan. Secara infrastruktur kami memadai,” kata Ardiles. Di Sulut, pemilih yang disasar saat simulasi antara lain media, mahasiswa penggiat pemilu yang dianggap bisa berikan kontribusi untuk lakukan penyederhanaan surat suara.
“Karena di Sulut dari aspek pendidikan dan pemahaman masyarakat cukup bagus. Apa lagi pilkada serentak 2020 kita daerah dengan partisipasi yang tinggi. Jadi, dari indikator bisa jadi ukuran secara sederhana bahwa pemahaman politik, pemilu di Sulut sudah baik,” ucapnya. (An1)















