Di Depan Dua Jenderal dan Tokoh Ormas, Senator Djafar Ingatkan Power of Silaturahmi

BUKA PUASA BERSAMA: Senator Djafar Alkatiri (tengah) bersama Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi, Danlanudsri Manado Marsekal Pertama Satryio Utomo bersama pimpinan ormas di DPD perwakilan Sulut. Minggu (9/5).(foto ist)

KERINDUAN Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Ir Jafar Alkatiri MM MPdI bersilaturahmi dengan tokoh ormas dan pemuda Muslim akhirnya terwujud, Minggu (9/10).

Undangan terbatas dari Senator Djafar ternyata membludak. Halaman belakang dan loby DPD RI Perwakilan Sulut  yang cukup luas tidak mampu menampung kehadiran para tokoh ormas dan pemuda. Yang lain terpaksa harus berdiri lantaran kehabisan kursi.

Bacaan Lainnya

Silaturahmi bertajuk Buka Puasa Bersama banyak dihadiri para pejabat, pimpinan ormas dan petinggi TNI Polri. Polda Sulut diwakilkan kepada  Waka Polda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko SIK MSi. Hadir juga Danlanudsri Manado Marsekal Pertama TNI M Satriyo Utomo SH.

Para tokoh Islam dan pimpinan ormas dan OKPI hampir semua datang.

“Agenda silaturahmi kali ini sengaja kami batasi. Namun yang datang diluar dugaan. Ini pertanda soliditas dan tingginya keinginan bersilaturahmi para tokoh sangat kuat di suasana pandemic Covid 19,” tutur senator saat sambutan.

Acara buka puasa ini begitu istimewa, karena turut  mengundang empat tokoh umat lain. Seperti Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, Ketua NU Sulut Ulyas Taha, Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli dan Presidium KAHMI Sulut Dr dr Taufik Pasiak.

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Djafar Alkatiri

Mereka berlima duduk di barisan depan bersama pejabat polisi dan TNI. Acara diawali sambutan senator sebagai tuan rumah. Mantan Ketua PPP Sulut menyentil berbagai hal, terutama keinginan membangun silaturahni.

Dia juga mengilas balik perjalanan menjadi anggota DPD RI asal Sulut.

Setelah itu, Wakapolda diminta memberi sambutan. Jenderal Rudi atas nama Kapolda Sulut menyentil soal toleransi. Dia memuji kekuatan toleransi umat beragama di Sulut. Dan meminta umat Muslim turut menjaga keutuhan NKRI.

Pandangan senada dilontarkan Dan Lanudsri Sam Ratilangi. Sambutan tanpa teks menyerukan para pimpinan ormas teguh pada komitmen kebangsaan dan Keindionesiaan.

“Saya menghimbau kita tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar negara.Kita semua berpegang teguh kepada nilai Pancasila.  Jangan terpengatuh bujukan.menolak Pancasila,” katanya.

Acara diakhiri tausyiah kultum oleh KH Yasser bin Bachmid. Kiai NU itu menyentil tentang empat hal yang harus dilawan. Satu saja ada dalam manusia, maka itu akan membawa pada kehancuran. Ustadz Yasser menyebut kebodohan, lemahnya iman, Termasuk halal dan haram sesuatu yang diraih.

“Alasan apapun Namanya haram meski ddapat dengan cara halal, tetap haram.

Usai buka puasa dan shoat Magrib, senator mengajak semua komponen ormas mendukung kebijakan pemerintah.

Suasana buka puasa bersama di hari ke 27 bulan Ramadhan begitu lalin rasanya. Sampai malam hampir larut, para aktivis masih diskusi di kantor DPD RI.

Sejumlah undangan dari aktivis Muslim Sulut (AMS) dari beragam ormas di antaranya budayawan Reiner Ointoe, Waka BIN Sulut, Ketua Syarikat Islam Sulut Machmud Turuis dan jajarannya. Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abd Gafur, Ketua BKPRMI Sulut Fachrudin Noh; Sekretaris Pemuda Muslimin Sulut Fadly Kasim, Sekretaris Kahmi Sulut Mazhabullah Ali, Ketua Mathlaul Anwar Awal Pangkey, Sekjen GM Hery Anwar, Ketua SI Manado Sofyan Lapasau, tokoh SI Sulut Hamdi Paputungan dan tokoh Muhammadiyah Sulut Anwar Sandiah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulut Rivai Poli MH, pimpinan partai, seperti PPP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, PDIP, beberapa pengurus majelis ta’lim perempuan dan ratusan undangan lain.

Beberapa undangan pimpinan ormas mengaku sejak Djafar menjadi senator, banyak kegiatan ormas dan OKPI digelar di kantor DPD RI di Tikala.

“Sepanjang yang kita ikuti, baru pak Djafar menyediakan tempat salat berjamaah di gedung DPD. Ini luar biasa kepeduliannya,” kata Fadly Kasim.(*)

 

Pos terkait