Dialog di Tabea Manado Kadiskes Akui Deteksi 146 Kasus Stunting, untuk Atasi Pemkot Sisir Pasangan Baru Nikah

dari kiri: Kadiskes Manado dr Steaven Dandel, Kepala Miesye Wollah BKKBN Manado Wollah dan paling kanan moderator Felix Panelewen di Tabea Manado pekan lalu.(dok)

MANADO- Kasus anak balita alami perlambatan pertumbuhan akibat gizi buruk cukup banyak di Kota Manado.

Merujuk pada data Dinas Kesehatan Kota Manado, ditemukan sebanyak 146 kasus yang disebut Stunting di hampir semua kecamatan di Manado.

Bacaan Lainnya

Data ini dibeber Kadis Kesehatan Kota Manado dr Steaven Dandel, saat berdialog di program Tabea Manado yang dipandu staf khusus Wali Kota Manado Felix Panelewen di Cafe Sehati Sejiwa Ruko Megasmart Kawasan Megamas Manado, Jumat (27/05/2022).

Tema Tabea episode ini membahas tentang Percepatan Penanganan Stunting di Manado.

Selain kadiskes Manado, pembahas lain Kepala Dinas PPKB/BKKBN Manado, Ir. Meisje Wollah, M.Si.

Steaven menuturkan  Pemkot Manado melakukan langkah cegah dini. Salah satu di antaranya membentuk tim percepatan penanganan masalah stunting dengan ketua  Wakil Wali Kota dr.Richard Sualang dan pembina Wali Kota Manado Andrei Angouw.

“Masalah stunting menjadi fokus pemerintah, baik pusat maupun di daerah. Untuk Kota Manado kita sudah membentuk tim percepatan penanganan masalah stunting. Tim dibentuk sampai di tingkat kelurahan-kelurahan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya pada tahap remaja dan sampai pada tahapan siap menikah, supaya mereka faham  mengatasi masalah stunting sejak dini,” beber Dandel.

Tim Percepatan sudah mendeteksi 146 kasus di sejumlah kecamatan di Kota Manado. Ini menjadi perkerjaan rumah bagi Pemkot Manado.

“Kami berupaya agar masalah ini tidak menjadi beban pemerintah di masa yang akan datang,” tukasnya.
Kepala Dinas PPKB/BKKBN Manado, Ir. Meisje Wollah, M.Si mengatakan pentingnya pendekatan keluarga untuk menekan angka peningkatan stunting di Kota Manado.
“Pendekatan masalah keluarga juga penting. Bagaimana kita berkomunikasi antar anak saat masih remaja hingga menjadi calon pengantin khususnya pada unsur kesehatan, itu tugas kami. Sudah ada tim yang sudah dibekali pelatihan, yang sudah tersusun di kelurahan di Kota Manado,” tukas Wollah.
Turut hadir dalam acara ini adalah kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado Lenda Pelealu, staf khusus Wali Kota Awaludin Pangkey, Steven Rondonuwu dan sejumlah anggota APM.(cindy)

Pos terkait