MANADO- Proyek saluran air (drainase) untuk mengkanal air hujan di Kota Manado, sedang diuji alam.
Ini terbukti saat hujan tidak terlalu deras turun Senin siang sampai sore hari (8/8) sekira pukul 17.00 kemarin, Lorong Armada, Kelurahan Islam Lingkungan 1, Kecamatan Tuminting dilanda banjir. Saluran air jumbo dari depan Kantor Camat Tuminting hingga melintasi Kelurahan Bitung Karangria, hingga ke pantai tidak berdaya.
Saluran setinggi 2 meter lebar sekira 1 meter seprtinya belum memberi solusi. Bahkan terkesan, tidak ada perubahan.
Begitupun di Kelurahan Bailang, tepatnya jalan masuk menuju sekolah MTS Negeri Manado, Pondok Assalam sampai perkampungan.
‘’Ujungnya belum tembus dengan saluran depan kantor camat. Kalau sudah tembus, pasti lebih kencang airnya dan berimbas banjir di tempat ini,’’ kata Said Mustafa, salah satu warga yang kemarin berhujan-hujan memantau banjir.
Menurut Said, dengan pembuatan saluran baru di bawah jalan, berisiko akan tersumbat dengan banyak lumpur yang terbawa air dari Singkil, dan Gunung Potong. Sementara saluran yang dibuat sepertinya hanya dikhususkan menampung air dari arah Tuminting.
‘’Kalau bagini, torang tetap banjer,’’ ungkapnya.
Warga lainnya Idris Dunggio mengatakan, pembuatan saluran yang intinya bisa, atau minimal mengurangi banjir memang sangat diperlukan. Tetapi kelihatan hanya berdasarkan teori dan tidak meminta masukan warga, jadinya seperti saat ini. ‘Kami ini lahir di sini. Jadi sedikitnya tahu soal banjir,’’ katanya.
Karena itu, warga Armada mengharapkan, Wali Kota Manado Andrei Angouw yang selalu turun memantau langsung mulai dari sebelum adanya proyek saluran hingga pengerjaan proyek itu bisa lebih aspiratif.
Keluhan warga ditanggapi Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang. Bahwa warga di sekitar diminta bersabar merespon banjir yang melanda Lorong Armada. Saluran air yang dibuat belum sepenuhnya beroperasi. “Saluran air yang di Karangria belum dibuka,”kata Sualang via WA.(cindy)















