MANADO– Puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa begitu terharu sampai ada yang menetes air mata di dalam Masjid Nurul Huda, Kelurahan Ketang Baru, Selasa (9/8) tadi malam.
Mereka bersyukur mendapat santunan dari Yayasan Suara Madani Indonesia (YSMI) berubah bingkisan dan uang.
Jumlah yang dapat santunan sebanyak 100 anak yatim dan dhuafa.
Ketua YSMI Dr Mardan Umar didampingi Sekretaris YSMI Agus Abdullah Weno dan Bendahara Rilia Gobel memberi sedikit gambaran tentang YSMI.
Kata dosen IAIN Manado ini, program YSMI murni untuk membantu kaum dhuafa. Serta kerja sosial yang tujuannya membantu ringankan beban kaum muslim.
“Salah satu bentuk kepedulian YSMI seperti yang kami lakukan sekarang. Harapan kami kaum dhuafa dan anak yatim piatu bisa ringan beban hidupnya,”tutur Mardan.
Sekretaris Agus Abdullah menambahkan aksi sosial ini masih terkait dengan Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah.
“Bantuan itu diberikan kepada ratusan anak yatim dan dhuafa yang tersebar di beberapa wilayah di Manado,” kata Agus yang juga penanggung jawab acara.
Menurutnya, pemberian bantuan untuk kelompok anak yatim dan dhuafa merupakan bagian penting dari program rutin yang dilaksanakan Yayasan Suara Madani Indonesia.

“Ini adalah agenda rutin yayasan setiap hari-hari besar keagamaan. Pelaksanaannya berlangsung secara berkelanjutan di wilayah Sulawesi Utara,” papar Agus.
Untuk aksi peduli di Masjid Nurul Huda, dalam bentuk souvenir dan uang. Ikut dihadiri Imam Masjid dan penyuluh agama Ustadz Kisman Munte, Kabid Sosial dan Kemanusiaan YSMI Nitha Amiri.
Kegiatan ini berkat dukungan penuh founder Yayasan Suara Madani Indonesia (YSMI) H khsan Nugraha Fajar Nasution, pengusaha yang konsern untuk kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Juga Syiar Muslimah Indonesia ikut mendukung.
Kegiatan ini juga bekerja sama dengan
Syiar Muslimah Indonesia (SMAI)
“Semoga bantuan ini nanti memberikan manfaat untuk adik-adik dan warga, serta menjadi berkah bagi kita semua,” katanya.(cindy)















