Foto Kadispora Minsel Fietber Raco
AMURANG- Pupus sudah impian ribuan guru sertifikasi di Minsel menikmati satu bulan Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG) tahun 2020.
Betapa tidak, Pemkab Minsel belum bisa memastikan kapan TSG triwulan IV Desember tahun 2020 akan cair.
“Kita tunggu pengajuan dari dinas pendidikan,” ujar Sekretaris Daerah Kabuapten Minsel (Sekdakab) Denny Kaawoan, di ruang kerjanya.
Ketika dimintai keterangan terkait belum dibayarkan TSG guru triwulan ke IV Kaawoan mengatakan, jika Pemkab Minsel mengajukan permohonan pembayaran sesuai dengan yang diminta oleh Dinas Pendidikan. “Berarti dinas tidak mengajukan permintaan, kan yang diajukan sesuai dengan anggaran yang ada,” tuturnya.
Di tempat terpisah Kabid Anggaran Nobel Walangitan ketika dimintai keterangan menjelaskan, proses pencairan anggaran dilakukan sesuai dengan permintaan dari instansi terkait.
“Jadi pencairan dilakukan sebagai mana permintaan. Kan kami ikut aturan yang ada. Sesuai dengan Perpres sebagaimana permintaan itu yang diusulkan,” jelasnya.
Penjelasan Sekdakab Minsel Denny Kaawoan dan Kabid Anggaran Nobel Walangitan hampir berbeda dengan pernyataan Kadispora Minsel Fietber Raco.
Sebelumnya Raco menjelaskan, jika pembayaran TSG guru triwulan ke IV Desember belum dibayarkan, disebabkan pemerintah pusat belum melakukan pencairan anggaran sepenuhnya.
“Anggaran yang kami ajukan masih ada selisih atau kekurangan dana,” jelas Raco.
Dikatakannya, penyaluran dana sertifikasi tersebut belum bisa dilakukan karena kucuran dana dari pemerintah pusat tidak mencukupi.
“Masih ada sekitar 2 M lebih dibutuhkan. Karena anggaran harusnya Rp64 M dikucurkan tapi pemerintah pusat tidak mencairkan sebanyak itu,” jelasnya.
Raco juga mengaku jika di rekening masih ada sisa anggaran TSG. Namun penyaluran belum dilakukan.
“Kalau kami bayar hanya sebagian maka yang lain pasti akan mengamuk. Jadi kami belum bayar,” jelasnya.
Untuk selanjutnya pembayaran TSG tersebut akan dilakukan dalam bentuk carry over. ” Yang pasti kita akan tunggu dari pusat kapan waktunya tergantung dari keuangan Pemkab yang mengajukan,” bebernya.
Disinggung apakah anggaran tersebut tidak digunakan untuk hal lain? Soal pertanyaan ini Raco langsung menyela. “Sama sekali tidak digunakan lain. Itu benar-benar karena kekurangan anggaran dari pusat,” ucapnya. (vis)














