Hargai Bulan Suci Ramadhan dan Ibadah Minggu, AARS Instruksikan Tak Ada Konvoi

Harimanado.com,MANADO- Agenda penjemputan secara besar besaran atas kedatangan Wali Kota Manado Andrei Angouw (AA) dan Wakil Walikota dr.Richard Sualang (RS) di Bandara Sam Ratulangi Minggu siang (2/3/2025) terpaksa dibatalkan.

Informasi didapat, AARS tiba di Manado Minggu siang ini dari Jakarta, usai kegiatan retreat para kepala daerah di Akademi Militer Magelang.

Bacaan Lainnya

Sayang keinginan puluhan ribu massa pendukung harus batal. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Jeffry Polii, SH (Topa) buru buru mengklarifikasi adanya perintah konvoi penjemputan. Dengan tegas Topa mengatakan, bahwa tidak ada instruksi untuk kegiatan arak-arakan penjemputan AARS di Bandara Sam Ratulangi.

Dirinya mengatakan, pasangan AARS sangat menghargai toleransi umat beragama di Kota Manado, hingga tidak menginstruksikan untuk melakukan konvoi di hari Minggu ini.

“AARS sangat mendukung toleransi umat beragama di Kota Manado. Saat ini umat muslim sedang menunaikan ibadah puasa. Jadi tidak ada instruksi untuk melakukan konvoi,” tegas Topa, pada Minggu (02/03).

Pun demikian, lanjut Topa hari ini adalah hari Minggu yang merupakan hari umat Kristen Beribadah.

“Juga mengingat hari ini adalah hari Minggu, hari dimana umat Kristen beribadah, kita tidak mau mengganggu umat Kristen beribadah,” ujarnya.

Sebagai pimpinan PDI Perjuangan Kota Manado, Topa juga mengharapkan kepada kader dan simpatisan untuk menahan diri untuk tidak melakukan penjemputan di Bandara Sam Ratulangi.

“Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang tidak pernah menginstruksikan masyarakat dan pendukung setia AARS untuk melakukan konvoi penjemputan. Kami juga mengharapkan kepada kader dan simpatisan partai untuk menahan diri, dan tidak melakukan penjemputan AARS di Bandara Sam Ratulangi” ucap Topa,

Dia juga menilai, arak-arakan sangat tidak dianjurkan, ditengah umat Muslim dan Kristen melakukan ibadah.

“Jadi sekali lagi, pasangan AARS tidak pernah memberikan instruksi untuk melakukan arak-arakan atau konvoi penjemputan. Begitu juga dengan pimpinan PDI Perjuangan Kota Manado tidak menginstruksikan untuk arak-arakan. Karena umat Muslim sedang menunaikan puasa dan hari beribadah umat Kristen,” tutup Topa.(vox/lip)

Pos terkait