Harimanado.com TONDANO – Gerak cepat untuk mendorong perubahan di Universitas Negeri Manado (Unima) terus disosialisasi dan digaungkan. Minggu (18/10), Rektor Unima Prof Dr Deitje A Katuuk MPd menjadi narasumber pada Webinar Series Integrity Talks dengan topik ‘Membangun Budaya Integritas Perguruan Tinggi’.
Pesta intelektual tersebut menghadirkan juga Drs Agus Uji Hantara ME, Sekretaris Deputi KEMENPANRB sebagai Narasumber. Peserta kurang lebih 200 orang terdiri dari kementerian, Perguruan Tinggi, Inspektorat, BUMN, Pemda, Kantor Akuntan Publik dan mahasiswa. Dan moderator Karyaningsih, Inisiator Integrity Talks, Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang.
Rektor Unima Prof Dr Deitje A Katuuk MPd menegaskan bahwa Unima sudah melaksanakan pembelanjaran empirik untuk membangun integritas berbasis individu maupun kelembagaan. Sebab, pada 2010 Unima bersama Perguruan Tinggi lainnya sudah menyelenggarakan kerjasama dengan Ditjen Dikti. Kerjasamanya adalah menulis buku pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
Salah satu poin utamanya disitu, yakni menghidupkan dan membumikan filosofi Sam Ratulangi ‘Si Tou Timou Tumou Tou’, yang artinya manusia hidup untuk menghidupkan orang lain. Bahkan, buku tersebut menjadi salah satu acuan Kemendiknas dalam memberikan pendidikan karakter di pelbagai Perguruan Tinggi.
“2012 silam, Unima juga sudah bekerjasam dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadi banyak dilaksanakan penelitian terkait zona integritas kampus. Ini berdampak positif. Bahkan, mahasiswa Unima banyak yang menjadi pengiat antikorupsi. Sementara pada 2017 Unima secara khusus mengupayakan penegakan kebijakan integritas kampus. Targetnya Unima menjadi kawasan bebas korupsi, gratifikasi dan pungli. Bahkan, dalam prateknya sampai saat ini telah dibentuk Satgas Pungli, detector system untuk mendeteksi sejauh mana derajat kesamaan karya ilmiah,” kata Rektor Unima dalam materinya.
Maka demikian, lanjut Prof Dei, ke depan perlu ada kebijakan sistemik untuk penguatan integritas. Unima sendiri menurutnya, sudah mencetuskan program strategis MAPALUS sesuai visi ke depan.
“MAPALUS merupakan program strategis dan lokal wisdom. MAPALUS merupakan kepanjangan dari Modern management, Academic excellence, Professionalism and competence, Acceleration of innovation, Leadership, togetherness, welfare, University of research, Strong integrity. Inilah bagian dari upaya untuk membangun integritas yang kuat. Tentunya, ini juga menjadi program utama fakultas dan jurusan,” jelasnya.
Dia menegaskan, upaya membangun integritas yang kuat mencangkup banyak hal. Diantaranya penguatan regulasi institusi, meningkatkan budaya dan etos kerja, pembinaan mahasiswa seperti kegiatan ekstra kulikuler, pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan dan penguatan kehidupan religiusitas.
“Ini semua sudah dilaksanakan di Unima. Tentunya, sasaran penguatan integritas ini untuk pimpinan/dosen, tendik dan mahasiswa. Untuk mewujudkan itu, maka jalannya memberi keteladanan, penguatan regulasi, ekstra kurikulum, interaksi akademik dan kesejahteraan,” jelasnya.
Selain itu, kata Prof Dei, membangun integritas di Perguruan Tinggi sangat penting untuk menjadi agenda bersama. Yang dimana, azas dan sasarannya untuk jati diri dan kekuatan moral bersama. “Supaya kampus menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berintegritas dan berkualitas,” pungkas ibu yang dikenal rendah hati ini.
Mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unima ini mengatakan, pentinya kampus sebagai lingkungan pembudayaan integritas. Tentunya, hal tersebut akan menyesuaikan dengan visi masing-masing Perguruan Tinggi. “Visi menyangkut cita-cita yang akan dicapai. Jadi, ini akan menjadi sumber energy, sumber motivasi dan tujuan bersama. Alhasil ini akan meningkatkan integritas individu dan kelembagaan. Ini juga harus terus menerus digaungkan dengan memperhatikan perkembangan lingkungan yang ada,” tegas Katuuk. (but*)















