MANADO – Aspirasi arus bawah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado mulai menyentil calon ketua PMI Manado.
Entah siapa yang memulai, tiba tiba nama Irene Angouw Pinontoan disebut sebut pantas menjadi ketua baru PMI Manado.
Nama istri Wali Kota Manado Andrei Angouw mencuat manakala pertemuan PMI 11 Kecamatan di Kota Manado. Mereka yang hadir terdiri dari para relawan dan pengurus PMI Kecamtan langsung mendeklarasikan dukungan bagi ibu Ansel Angouw.
Dukungan tidak hanya satu pengurus kecamatan, tapi kompak disampaikan secara terpisah para ketua kecamatan. Mulai dari Micky Keintjem (Wenang), Ferry Rasubala (Sario), Fahmi Kamgiden (Tuminting),
Herry Anwar (Bunaken), Dauglas Kasehung (Bunaken Pulau) dr. Gracia Kawatu (Wanea), Iskandar Zulkarnain (Singkil), dr. Makmun Jafara (Tikala), dr. Neni Tubagus (Malalayang), Roy Wariki (Mapanget) dan Irene Martina Lengkong (Paal Dua).
“Kami rasa ibu Irene sangat tepat dan cocok memimpin PMI Manado, beliau sangat dekat dengan masyarakat dan peduli pada kegiatan sosial kemanusiaan, selain itu label pelayan khusus yang melekat pada beliau menambah kelayakan untuk menjadi ketua PMI Manado karena unsur kasih yang ada di dalamnya,” tegas Micky Keintjem ketua PMI Wenang.
Kata para ketua kecamatan yang baru menerima SK dari para camat di kecamatan masing masing ini, PMI harus dipimpin ketua yang care, dalam menjalankan roda organisasi.
Ketua memahami kerja PMI sangat terkait dengan kemanusiaan maka bersinergi dengan pemerintah agar dapat menjalankan bersama visi dan misi.
Irene menyatakan siap menjalankan amanat tersebut tentu saja jika didukung oleh para ketua kecamatan. “Untuk kegiatan sosial kemanusiaan apalagi buat warga kota Manado apa saja akan saya lakukan, saat ini kalaupun diminta untuk memimpin organisasi PMI tentu saya siap, asalkan sekali lagi yah, jika didukung oleh para penggiat PMI di 11 kecamatan,” tuturnya.















