Harimanado.com- Klaim survei tiga pasangan calon (paslon) yang kerap memojokkan paslon Sonya Selviana Kembuan (SSK) dan Syarifudin Saafa (SS) dibalik oleh sebuah surveyor.
Hasil survei (wawancara langsung) Langkasa Global Medkom (LGMEDKOM) kepada 1200 responden, ternyata paslon yang diusung Partai Golkar, PKS dan Hanura ini berada di rangking teratas dengan elektabilitas 26,68 persen.
SSK SS dipilih, lantaran program pro rakyat. Di bawah Sonya Syarif, menempel ketat paslon AA-RS dengan dukungan 26,04 persen, disusul Mor-HJP, 22,23 persen dan dikunci JPAR-Ai 15,94 persen.
Peneliti lembaga survey LG-Medkom, Aryadi mengatakan mereka dua kali survei. Survei pertama sekira September dan terkini 25/11- 2/12.
“Kami melakukan melibatkan 1200 tersebar proporsional di 11 kecamatan dengan menggunakan metode multistage random sampling. Kami juga melakukan validasi, verifikasi dan kendali mutu dengan analisis terhadap 947 sampel. Margin of errornya sekitar 3,3 persen,” terang Aryadi dari Makassar.
Kepada sejumlah wartawan di Sekretariat Tim Pemenangan SSK-SS, Hotel Elfa di Kecamatan Paal Dua, Aryadi menambahkan, dari hasil ketat itu mereka sulit memastikan paslon mana yang akan juara di 9 Desember 2020.
“Dua paslon bertarung ketat yakni SSK-SS diposisi teratas AA-RS kedua. Mor-HJP masih memiliki peluang mengganggu paslon nomor urut 1 dan dua. Sementara paslon JPAR-Ai hampir dipastikan tidak lagi memiliki peluang memenangkan Pilkada Manado 2020,” tegasnya.
Ketua Tim Kampanye SSK-SS, Pak Haji Amir mengaku hasil survey sesuai fakta.
Di setiap lokasi kampanye ratusan warga selalu tumplek. Melebihi kapasitas 50 tiap lokasi.
“Saya mewakili seluruh teman-teman tim tak lupa mengucapkan terimakasih kepada lembaga survey LG-Medko. Ini adalah hasil kerja keras semua tim dan Insyallah hingga 9 semua tim terus bekerja,” aku anggota DPRD Sulut ini.
Politisi yang akrab disapa Aba Amir (AA) mengaku program SSK SS sangat memengaruhi pilihan warga Kota Manado.
Hasil riset lembaga survei membuktikan sebanyak 39,77 persen responden menitikberatkan pada lapangan kerja, sedangkan 15,79 persen berharap pada bantuan UMKM. Ini artinya, program SSK-SS untuk bantuan usaha Rp.10 juta tanpa dikembalikan sudah tepat dan realistis,” katanya.
Merujuk pada hasil survei, Aryadi menambahkan paslon SSK SS dipilih mayoritas pemilih Muslim dan Katholik.
Ada 37.9 persen responden pemilih Muslim yang terkonsentrasi di Kecamatan Tuminting, Singkil, Bunaken. Sebagian kecil di Wenang, Sario, Mapanget dan Paal 2.
Dan 6,6 persen pemilih Katholik yang jadi responden.(mdj/hm)















