Harimanado.com, MANADO — Informasi kembalinya Yasti Soepredjo Mokoagow dan Tatong Bara di pangkuan Partai Amanat Nasional (PAN), akhirnya terjawab. Meskipun sedikit diplomatis. Namun setidaknya meredam gonjang ganjing partai berlambang matahari terbit ini.
Seperti dikatakan Ismail Dahap, yang notabene orang dekat Yasti. Dirinya tidak membantah nama mantan Ketua DPW PAN Sulut Yasti S Mokoagow kembali mencuat menjelang Kongres PAN pada 12 Februari 2020 nanti.
“Itu bisa saja terjadi. Namun bukan berarti ibu Yasti akan kembali ke PAN. Kalau ada menguat mungkin. Tetapi dia tidak akan kembali ke PAN,” ujar Ismail, Selasa (21/1/2020).
Lanjutnya, informasi ini sudah ditanyakan langsung ke Yasti. Dan memang ibu tidak akan kembali ke PAN.
“Yang pertama ibu Yasti sudah bukan lagi kader PAN. Kedua, ibu no comment soal isu tersebut. Karena ibu masih fokus untuk Bolmong,” bebernya.
Selain itu, ia membeberkan bahwa terkait dengan langkah politik Yasti. Dimana pihaknya saat ini, sangat fokus pada pemenangan Gubernur Olly Dondokambey dalam kontestasi Pilgub Sulut nanti.
“Jadi untuk informasi PAN tidak ada lagi untuk dia (Yasti,red),” tegas Dahap.
Sementara Ketua DPD PAN Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Marsaole Mamonto menegaskan bahwa pihaknya tak mau berbicara jauh akan isu Yasti dan Tatong come back PAN. Meskipun demikian, dirinya mengakui bahwa semua itu bisa terjadi.
“Kalau dari darah biru, ketika dia berubah dan kembali ke biru. Tentunya itu wajar saja,” ujar Marsaole.
Dia menyakini, kalau pun wacana ini terjadi maka tidak ada masalah.
“Kan ibu Yasti dan Tatong dibesarkan oleh PAN. Fakta kalau karir mereka diangkat oleh PAN. Maka demikian, kalau mereka kembali ke PAN. Maka itu wajar saja,” terangnya.
Pihaknya juga tidak ada masalah kalau mereka balik lagi, lanjut Mamonto. Karena menurutnya, sebelum Sehan S Landjar mereka duluan yang memegang PAN. Sehingga kemungkinan ada faktor eks, pasca Sehan yang menjadi Ketua DPW PAN Sulut, keduanya (Yasti-Tatong) sudah ganti kesing.
“Akan tetapi, di dalamnya mereka itu tidak tergantikan hanya kesing saja yang diganti. Karena mereka dari kecil dibesarkan oleh PAN. Jadi, apapun alasanya mereka terlihat warna biru, tetap hati mereka masih goyah,” tandas Mamonto.
Sebelumnya, pengamat politik Sulut Taufik Tumbelaka menganalisa, dinamika jelang Pilkada memang bisa merembet ke mana-mana. Termasuk hajatan besar partai politik (Parpol) seperti Munas dan Kongres atau apa pun namanya.
“Jika isu politik seperti yang terjadi di PAN Sulut. Dimana mantan kader andalan PAN, Yasti dan Tatong, disuarakan kembali ke pangkuan PAN adalah wajar-wajar saja. Apalagi Yasti dan Tatong mempunyai basis massa yang kuat, dan tentunya karena yang lalu memang jadi kader andalan PAN. Jadi keduanya punya simpatisan di internal PAN,” nilainya.
Namun, lanjutnya, jika benar ada isu itu, maka dapat diduga ini hanya karena terkait Pilkada 2020 di Sulut. Khususnya Pilkada Gubernur Sulut dengan arah menggeser posisi arah pilihan politik PAN.
“Dan bila nanti benar-benar terjadi, maka dapat dikatakan manuver Yasti dan Tatong akan sukses. Dikarenakan selama ini dua politisi tangguh ini telah melempar beberapa signal kuat melalui pernyataan politik untuk Pilkada Gubernur Sulut tahun 2020,” jelas Tumbelaka. (tr20/but)















