Kandidat Calon Paus dari Asia Tenggara dan Afrika, Baca Profilnya

Paus Fransiskus dan Kardinal Luis Antonio Tagie asal Filipina

Harimanado.com,JAKARTA- Kepergian Paus Fransiskus sebagai pemimpin umat Katolik dunia sangat memukul batin umat Katholik.
Seperti biasanya, sekira dua minggu usai kematian Paus, para kardinal sekira 138 orang akan berkumpul untuk memilih paus baru.
Dari sekian kardinal ada empat nama yang diunggulkan.

Calon Paus pertama Luis Antonio Tagie dari Filipina. Dia disebut Fransiskus dari Asia. Luis Antonio menjadi salah satu kandidat unggulan dalam bursa pemilihan. Ia berpotensi menjadi paus Asia pertama dalam sejarah

Bacaan Lainnya

Kardinal berusia 67 tahun ini cukup populer di kalangan kaum progresif dalam Gereja Katolik. Dianggap reformis gereja. Kardinal Tagle juga terkenal akan kesederhanaannya. Tidur di kamar tanpa AC atau televisi. Bahkan setelah diangkat menjadi uskup, ia menolak menggunakan mobil dinas.

Namun, usianya bisa menjadi penghalangnya terpilih menjadi penerus Paus Fransiskus.
Kemudian penasihat kunci Paus Fransiskus dalam isu-isu seperti perubahan iklim dan keadilan sosial, Kardinal Peter Turkson dianggap menjadi calon kuat pemimpin umat Katolik dunia yang baru.

Lahir di Ghana, Turkson bisa menorehkan sejarah sebagai paus kulit hitam pertama jika terpilih.
Kardinal berusia 76 tahuun ini diangkat menjadi Uskup Agung Cape Coast oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1992. Sebelas tahun kemudian,

Turkson diangkat menjadi kardinal pertama dalam sejarah negara Afrika Barat tersebut.
Kemudian Peter Erdo dari Hungaria. Dari kalangan konservatif, muncul nama Peter Erdo, seorang kardinal asal Hungaria dan Uskup Agung Esztergom-Budapest sebagai calon kuat pengganti Paus Fransiskus.

Menurut Pentin, Erdo adalah kandidat kuat dari sayap konservatif Gereja. Ia menilai banyak yang menyukai kardinal berusia 72 tahun ini karena ia ahli dalam hukum kanon dan sangat mahir soal hukum Gereja.

“Banyak umat Katolik merasa bahwa Gereja perlu dikembalikan dari kondisi seperti ‘tanpa hukum gerejawi’ yang berkembang di masa kepemimpinan Paus Fransiskus. Erdo dianggap sebagai sosok yang aman dan bisa dipercaya,” ujar Pentin.

Terakhir Pietro Parolin dari Italia. Sekretaris Negara Vatikan sekaligus perdana menteri de facto Vatikan, Pietro Parolin, juga dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat pengganti paus.

Namanya semakin dikenal selama perang Ukraina, ketika Vatikan mencoba memosisikan diri sebagai pihak penengah netral yang dapat menjembatani dialog antara Kyiv-Moskow untuk mengakhiri konflik.

Parolin dianggap menjadi otak di balik diplomasi internasional Paus Fransiskus selama ini yang hampir tidak pernah melakukan kesalahan.(cnn)

Pos terkait