MANADO- Generasi muda Kota Manado mulai terkikis memahami idelogi Pancasila. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Manado bertindak cepat sebagai langkah pencegahan dengan meminta masukan para tokoh pemuda, akademisi dan para tokoh agama.
Setelah minta pandangan akademisi, FKDM Manado meminta solusi tokoh agama Islam, KH Abdul Wahab Abdul Gafur. Kapasitas sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, Ustadz Abdul Wahab dianggap punya solusi yang bisa digunakan FKDM Manado.
Dialog sekaligus buka puasa bersama internal pengurus dan anggota FKDM Manado. Dengan tema tantangan Pemahaman Nilai Pancasila pada Generasi Muda, digelar di kompleks Masjid Raya Ahmad Yani, Senin (25/04) sore.
Dialog dipandu langsung Ketua FKDM Manado Edwin Moniaga SH MH. Dihadiri hampir semua anggota FKDM Manado.
Moniaga mengantar dialog dengan tantangan generasi muda yang rentan disusupi cara berpikir. Apalagi generasi milineal makin individualistik. Ruang pegaulan terbatas dan senang hal yang instan.
“Kita sadar generasi kita dan generasi muda saat ini sangat berbeda. Makanya pola edukasi tentang Pancasila sebagai ideologi perekat bangsa tidak sama dengan zaman tahun 1990 an ke bawah. Zaman dulu kita mengenal dengan P4. Mungkin zaman sekarang tidak cocok lagi,”ujarnya.
KH Abdul Wahab mengawali dengan pengenalan diri. Ada sederet jabatan yang melekat kepada tokoh NU Sulut ini. Mulai dari ketua MUI periode kedua, Ketua Rois PW NU Sulut, Staf Khusus Bidang Kerohanian Gubernur Sulut Olly Dondokambey.
Dia menawarkan solusi dengan mengajarkan moderasi beragama. Menanamkan sikap mental kepada generasi muda untuk mengakui ada perbedaan yang membuat manusia sama di mata Tuhan. Moderasi beragama menghindari sikap ekslusive beragama. Mencari jalan tengah dari kutub perbedaan cara memaknai agama masing-masing.
“Ada satu ayat dalam Surat Alhujurat bahwa diciptakan manusia bersuku suku berbangsa supaya saling mengenal dan menguatkan di antara mereka,:katanya.
Kata kiai Abdul Wahab, pemahaman moderasi beragama sangat penting, karena pemahaman agama yang keliru bisa jadi factor pemicu perpecahan. Sebaliknya jika pemahaman baik akan jadi perekat paling kuat.
Selain moderasi beragama, kiai menawarkan pemahaman moderasi bernegara dan bermasyarakat.
Ketua FKDM Manado menutup dengan kesimpulan bahwa moderasi beragama solusi dari kacamata agama.
Dialog diakhir dengan buka puasa bersama, setelah sebelumnya Anggota FKDM Manado Jan Supit memberi pandangan mendukung cara yang harus dilakukan FKDM Manado.
Pengurus yang hadir Wakil Ketua FKDM Manado Letkoi (purn) Sonya Gantung, Sekretaris Sufran Daud, Yan Supit, Marthen Lombogia, Telly Kapoh, Sakti Kader, Araodah Hasan Jan, Djenry Sualang, Jusak Laleleh, Ferry Taroreh, Mardy Semual Rattu, Idham Malewa, Arthur Wuwung, Aswin Lumintang dan James Sela .(cindy)(hm)















