MANADO– Suksesi ketua Syarikat Islam (SI) Kota Manado telah selesai Minggu dini hari (12/6) di aula Kantor DPD perwakilan Sulut.
Hasil akhir musyawarah daerah (Musda) IX telah diketahui. Dari 11 pimpinan anak cabang (PAC) mayoritas memilih Harry Azhar. Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Sulut berhasil mengamankan 6 suara PAC. Sisa 5 suara PAC memilih Hadi Prestasi.
Dengan demikian putra Minahasa Utara ini dinyatakan menang mayoritas.
Pimpinan sidang Musda IX Mulyadi Parasana menyatakan proses pemilihan sesuai mekanisme. Harri Azhar dinyatakan sah menjadi nakhoda baru SI Manado.
“Kami sebagai pimpinan sidang dari sterring committee menyatakan saudara Harry Azhar terpilih sebagai ketua Syarikat Islam Manado masa bakti 2022-2027,”kata Mulyadi.
Setelah Azhar dinyatakan sah terpilih, para pendukung dari PAC dan simpatisan Azhar mengumandangkan shalawat Nabi Muhammad. Dengan raut wajah Bahagia dan haru, Dirut Royal Coconut Minut ini menginisiatif memeluk Hadi Prestasi. Mereka saling berangkul dan berjabat tangan.
“Saat para kader SI bergerak. Setelah selesai Musda kita semua bergandeng tangan bersama saudara – saudara PAC,”pinta Azhar yang kenakan batik lengan panjang.
Terpilihnya Azhar menjadi ketua SI Manado tidak mulus. Berbagai macam isu menerpa anggota DPRD Minut dari PBB. Paling santer status domisili bukan asal Manado. Serta bukan kader SI.
Isu besar itu sempat membuat Azhar nyatakan undur dari arena.
Namun, hadangan bisa dilewati, setelah tim SC melihat tidak ada celah dengan kriteria. Ketua SC Sofyan Lapasau menegaskan kepada semua calon bahwa jumlah calon tetap 11 termasuk Azhar.
Persaingan makin ketat, setelah nama Subur dan Hadi menguat. Info beredar dua nama ini didukung elit SI dan sejumlah tokoh senior.
“Pertarungan jadi ramai, tadinya Azhar jadi lawan bersama karena jabatan sebagai ketua PBB, tapi majunya pak Subur dan Hadi, angin berubah arah. Para calon lebih memilih tokoh alternatif,” kata salah satu ketua PAC yang memilih Harry Azhar.
PAC Mapanget salah satu delegasi yang sulit ditakar di arena Musda. Sampai akhir – akhir pemilihan, delegasi PAC Mapanget Buang Bua belum menentukan sikap.
Saat itu, posisi suara mengerucut pada dua calon, Azhar dan Hadi. Calon lain nyatakan undur. Irwan Pakaya, Fadly Kasim dan Zainal Ginsu. Calon yang lain memilih koalisi melapangkan suara kepada Azhar dan Hadi.
Informasi di arena, sampai Sabtu sore Azhar sudah kantongi 6 suara dari 7 voters yang sejak awal komunikasi. Hadi semula 4 voters, kemudian ketambahan satu suara yang diduga dari PAC Mapanget. Posisi suara tidak berubah sampai pemungutan suara.
“Saya terus terang sudah tidak tertarik lagi karena melihat proses di arena musda. Karena ada 11 calon tapi suara hanya terbelah kepada dua calon. Padahal ada calon dari PAC, seperti Irwan Olii dan Zainal Ginsu dan pak Subur. Tapi saya berpesan kepada delegasi Mapanget, kalau tidak ada tokoh alternatif, maka pilihlah kader SI. Dan saya dengar Mapanget tetap memilih kader,”kata Ketua PAC Mapanget Ruslan Essa.
Sehari setelah Musda, ucapan selamat datang dari beberapa tokoh Muslim. Salah satunya Anggota DPD RI asal Sulut Senator Djafar Alkatiri.
Musda IX Manado, sebelumnya dibuka Ketua SI Sulut Hi Machmud Turuis. Dihadiri tokoh SI seperti Sultan Udin Musa dan para undangan.(hm)















