LPG 3 Kg Langka di Sulut Lantaran Jatah Dipangkas, Pertamina Janji Tambah 351 Ribu Tabung

Tim Pemprov Sulut dan Pertamina Area Manado

Harimanado.com,Manado- Sudah seminggu gas tabung 3 Kg mengalami kelangkaan di Sulut, khususnya di Kota Manado. Kondisi ini sudah disikapi PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, anak perusahaan PT Pertamina. Mereka siap tambahkan pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Sulawesi Utara menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sales Retail Manager Wilayah Sulut Gorontalo PT Pertamina, Angga Yudiwinata Putra, mengatakan penambahan ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, menjelang hari besar keagamaan.

Bacaan Lainnya

“Menjelang hari besar biasanya memang terjadi peningkatan kebutuhan, baik BBM maupun LPG. Karena itu kami menyiapkan tambahan pasokan atau extra dropping serta fakultatif untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Angga.

Ia menjelaskan, tambahan pasokan LPG yang disiapkan mencapai sekitar 350 ribu tabung LPG 3 kilogram. Jumlah tersebut merupakan tambahan sekitar 4 persen dibandingkan penyaluran normal.

Angga menegaskan, kondisi LPG di wilayah Sulut pada dasarnya tidak langka karena pasokan tetap dikirim setiap hari. Namun, permintaan masyarakat meningkat signifikan menjelang periode libur panjang dan Idulfitri.

“Kalau dibilang langka sebenarnya tidak, karena setiap hari ada pengiriman. Hanya saja kebutuhannya meningkat karena mobilitas masyarakat juga tinggi menjelang liburan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kebutuhan LPG tidak hanya berasal dari masyarakat muslim yang merayakan Idulfitri, tetapi juga dari aktivitas masyarakat secara umum yang meningkat saat periode libur.

Untuk itu, Pertamina akan melakukan pemantauan di lapangan jika ditemukan wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan LPG. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi penimbunan.

“Kalau ada lokasi yang terindikasi sulit mendapatkan LPG, kami akan turun mengecek. Kami pastikan penyaluran berjalan sesuai aturan, apalagi sekarang pembelian LPG 3 kilogram sudah menggunakan KTP,” ucapnya.

Angga menambahkan, program tambahan pasokan LPG ini direncanakan mulai berjalan dalam waktu dekat.

“Untuk extra dropping ini sedang dalam proses pengajuan, mudah-mudahan hari ini atau besok sudah bisa mulai berjalan,” tutupnya.

Di sisi lain, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Reza Dotulong, menjelaskan bahwa kuota LPG 3 kilogram untuk wilayah Sulawesi Utara pada tahun 2026 mengalami penurunan sekitar tujuh persen dibandingkan realisasi tahun 2025.

Menurutnya, penyesuaian kuota tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat terkait pengendalian subsidi LPG 3 kilogram.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat agar menyikapi setiap informasi dengan bijak dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah provinsi bersama Pertamina juga sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penyaluran tambahan pasokan selama Ramadan,” kata Reza.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar pasokan LPG 3 kilogram masih bergantung pada impor, sehingga pengelolaan subsidi menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan kuota oleh pemerintah pusat.

Meski demikian, pemerintah provinsi bersama Pertamina Patra Niaga telah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan.

“Pemerintah provinsi bersama Pertamina sudah melakukan upaya extra dropping dan pengajuan fakultatif sekitar empat persen, mengingat berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya konsumsi LPG selama Ramadan biasanya meningkat sekitar empat persen,” katanya.

Pemerintah daerah juga mendorong agar LPG 3 kilogram digunakan sesuai peruntukannya, yakni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro.

Selain itu, sejumlah daerah mulai mengimbau aparatur sipil negara, anggota TNI dan Polri, serta pegawai BUMN dan BUMD untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi tersebut.(rri/ham)

Pos terkait