PAN Bolmut Digerogoti, Kata Pontoh Ada Sengaja Buat Kader PAN ‘Murtad’

BOROKO- Badai besar sedang menggoncang kesolidan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Sejumlah kader PAN Bolmut, salah satu di antaranya Ramjan Sune diduga telah hijrah ke partai lain. Ramjan dikabarkan ‘murtad politik’atau pindah haluan ke PPP saat bersangkutan dikenakan jas hijau milik PPP.

Bacaan Lainnya

Namun, kabar ini dibantah dengan tegas Ketua PAN Bolmut

Kompol Purn. Drs. H. Teddy Pontoh, bahwa tidak ada kader maupun pengurus PAN berpindah ke partai lain.

“Sampai hari ini, tidak kader PAN yang pindah ke partai lain,”tandas Teddy Minggu (13/3) ke wartawan koran Harian Manado.

Teddy punya alasan kalau Ramjan masih kader partai berlambang matahari. Namanya masih tercatat di pengurus PAN Bolmut. Tidak ada surat undur diri dari Ramjan.

Dengan kata lain, kabar itu dikategorikan hoax dan klaim semata dari PPP. Bukan fakta yang patut dipercaya.

“Iya, ada berita bahwa kader PAN sudah pindah Partai. Saya tegaskan itu tidak benar!, pindah partai itu ada mekanismenya, karena seluruh kader dan pengurus partai sudah tercatat secara online di data base pusat,” terang Teddy.

Teddy bersikeras membantah kalau Ramjan Sune telah sah menjadi anggota PPP. Katanya ada yang sengaja besar-besarkan.

“Itu sengaja dibesar-besarkan, sampai hari Ano (Ramjan Sune) masih pengurus DPD PAN, juga sama sekali tidak mengajukan pengunduran diri dari pengurua maupun anggota partai,” lanjut Teddy.

Pontoh terkesan menyindir PPP Bolmut. Sengaja berdalih menggunakan hak azasi di ruang demokrasi yang bebas.Namun kata Teddy semua Parpol harus mengedepankan prinsip saling menghirmati, tidak boleh merekrut orang yang sudah menjadi kader Parpol lain, lantaran mengejar kepentingan elektabilitas politik.

“Dalam demokrasi, setiap orang punya hak memilih, tetapi harus saling menghormati sebagai sesama Partai politik, tidak boleh merekrut kader partai lain hanya untuk meningkatkan elektabilitaa pokitik,” tandas Teddy.

 

Ditambahkannya, terdapat sejumlah kader PAN Bolmut yang sudah diklaim oleh beberapa Parpol dan tengah melakukan gerakan-gerakan politik. Dia mengingatkan bahwa para kader tersebut masih resmi tercatat sebagai kader PAN di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), hal itu dipastikannya akan menjadi batu sandungan bagi yang bersangkutan pada kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang.

“Ada beberapa kader PAN yang diklaim oleh partai lain, padahal nama mereka masih tercatat sebagai kader di DPP dan itu akan bernasalah datang pemilu nanti. Karena surat penguduran diri di sini, tidaj akan menghapus data di DPP, kecuali yang bersangkutan ke Pusat untuk meminta langsung pencabutan keanggotaan,” tutup Teddy.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Bolmut, Ismail Tinamonga, S.Pd, memberikan bocoran yang cukup mengejutkan.

Menurut Ismail, langkah Ramjan Sune yang merapat ke PPP itu adalah upaya politik dalam mempercepat sejumlah agenda partai yang memang sudah disetting.

“Apa yang anda lihat tidak itu bukan yang sesungguhnya, tapi sikap itu hanya langkah politis, dan pada ahirnya dia (Ramjan) akan tetap di PAN, lihat saja nanti” singkat Ismail.

Sebelumnya, pada rapat perdana Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bolmut yang digelar di Inaulas Desa Paku beberapa waktu lalu, terjadi pemasangan jas kebesaran PPP oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Utara (Sulut), Drs. H. Depri Pontoh, kepada Ramjan Sune, yang diketahui merupakan pengurus DPD PAN Bolmut. (tr 22)

Pos terkait