Penyuluhan di SMA Negeri 1 Kotabunan melibatkan siswa kelas 2 dan 3. Narasumber dari Dinas Kesehatan. Materi yang dibahas tentang apa itu stunting, risiko yang ditimbulkan, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan sejak remaja.
Cara edukasinya membuat suasana akrab, terasa hidup dan interaktif. Para siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman yang cukup signifikan, tanda bahwa pesan yang disampaikan benar-benar diterima dengan baik.
Kepala Puskesmas Kotabunan, Ns. Dewa Samadhi, S.Kep., memberikan apresiasi besar terhadap program ini:
*“Kami berterima kasih kepada PT ASA yang telah menggagas program ini bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Harapan kami angka stunting di wilayah Kotabunan bisa ditekan bahkan dihilangkan. Remaja adalah ujung tombak generasi berikutnya. Mereka harus mampu menjadi penyampai pesan bahaya stunting, baik secara langsung maupun melalui media sosial.”*
Kegiatan ini bukan yang terakhir. Selama September 2025, rangkaian program akan dilanjutkan di SMK Negeri 1 Kotabunan dan pelatihan kader posyandu di 15 desa lingkar tambang.
Dengan langkah nyata ini, PT ASA menunjukkan kepeduliannya pada kesehatan masyarakat. Tidak hanya hadir sebagai perusahaan tambang, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang ingin tumbuh bersama masyarakat Boltim.(ham)















