PINOLOSIAN- Kesedihan warga Bolmong Selatan (Bolsel) amat mendalam ditinggal pergi pahlawan mereka Hi Herson Mayulu (H2M) dua hari lalu.
Salah satu yang amat kehilangan Yusri Pakaya. Wanita muda asal Pinolosian itu kaget dan terpukul mendengar kabar mantan bupati Bolsel dua periode meninggal di RSCM, Minggu pagi (17/4).

Uchy sapaan akrab Yusri menangis berkepanjangan. Keluarga Uchy pun larut dalam kesedihan. Mereka sekeluarga berharap informasi di media sosial itu hoax. Tapi, setelah hampir semua mengirimkan ucapan duka di FB, baru Uchy dan keluarga yakin tokoh kebanggaan dan harapan Bolmong raya telah wafat.
Rasa sedih itu masih membekas. Terlukis dari pelupuk mata wanita kelahiran Pinolosian 1991 yang merah dan bengkak. Lantaran kesedihan yang dalam, wanita berpostur subur ini mengelak untuk diwawancarai awak media pada Minggu dua hari lalu.
Orang banyak penasaran dengan sosok Uchy. Karena kabar menyebar, Uchy rela donorkan ginjal tanpa minta kompensasi. Tidak ada motif karena uang dan lain lain.
(Berita terkait baca disini://harimanado.com/2022/04/18/kepergian-hi-her…-asal-pinolosian/)Ada sebagian penasaran apakah tidak ada motif ekonomi dari ibu anak satu ini? Untuk menjawab pertanyaan orang banyak, Ibu paras manis ini akhirnya mau membuka motivasi merelakan organ vitalnya untuk dicangkok ke tubuh mantan anggota DPRD Bolmong. Berikut petikan penuturan dari anak kedua dari tiga bersaudara.
“Ada yang tanya juga saat pemakaman apa motivasi saya suka donorkan ginjal. Jawaban saya apay a..itu memang spontan keluar dari mulut saya, kalau suka badonor ginjal sama om (Herson Mayulu).

Memang saya suka mau bantu sama om saat sakit. Karena kita yakin mungkin om orang baik. Bukan mungkin, tapi memang orang baik. Saya tiba tiba suka mendonor ginjal, mungkin ada amal kebaikan yang om lakukan waktu lalu, sehingga Allah menggerakkan hati saya untuk bantu om. Saya jujur tergerak ingin bantu.
Keinginan untuk bantu ketika mendengar om sakit gagal ginjal. Yang saya dengar dari pengalaman sakit gagal ginjal hanya dua bisa dilakukan, cuci darah atau ganti ginjal. Saat itu (sekira bulan Desember 2021 proses awal cari donor ginjal), saya coba tanya apa darah Om ? Ternyata darah Om sama dengan saya A+. karena ada banyak orang juga ingin donor ginjal. Keesokan harinya saya ditelepon dokter, ditanya apakah masih bersedia donor ginjal? Saya jawab saya siap bersedia. Bahkan saya bersedia jika punya dua nyawa, satu akan kasih ke Om.
Proses sampai ganti ginjal banyak tahapan dan dokter pastikan cocok saya pe ginjal.
Saya tidak ragu sedikitpun. Saya amat yakin karena niat ingin bantu beliau besar sekali. Ada amalan yang dia buat, sehingga Allah gerakkan hati saya untuk bantu Om. Alhamdulillah lancar. Mulai dari baku dapa dengan dokter sampai proses panjang yang tidak gampang. Memang cukup panjang dan butuh kesabaran.
Terlepas dari apa yang Allah takdirkan, Om meninggal bukan karena donor ginjal. Tujuan dan niat saya murni karena Om harapan banyak orang. Dan saya tidak menyesal apa yang saya lakukan. Ini bentuk kasih sayang ke Om yang kita sudah realisasikan.”
Empat bulan sebelum legenda Bolsel ini hembuskan nafas terakhir atau sebelum donor ginjal dilakukan pada 12 Desember 2021, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru telah memberi informasi relawan perempuan asal Pinolosian bersedia sumbangkan ginjal. Uchy ini kata Kamaru salah satu pendonor ginjal dari sekira belasan warga Bolsel yang rebutan ingin sumbang ginjal.
Tapi, Uchy yang pintar masak ini terpilih karena dianggap cocok dengan organ H2M. Bupati malah terharu, lantaran pemilik warung making ini tidak meminta bayar apapun, terkecuali akomodasi selama di Jakarta dan perawatan pasca operasi.
“Luar biasa perempuan yang badonor ginjal. Dia tidak minta apa pun, dan bersedia tanda tangan jika ada resiko yang akan terjadi,”ucap Kamaru sekira Desember 2021.(ipul)















