MANADO—Sas sus Hi Abid Takalamingan (AT) tidak serius bertarung sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terbantahkan.
Aba Abid sapaannya, resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulut sebagai bakal calon (balon) anggota DPD RI pada Selasa(27/12/2022) siang sekira pukul 13.00 Wita.
Kedatangan tokoh Muslim ini untuk menyerahkan dokumen syarat dukungan pemilih balon anggota DPD.
Saat mengantarkan syarat dukungan, Ketua Baznas Sulut ini diantar tim sekira puluhan orang.
Kedatangan mantan Anggota DPRD Sulut periode 2004-2009 menarik perhatian para pimpinan komisioner KPU Sulut dan stafnya. Abid dan tim mengenakan atasan seragam warna putih,
Tapi, masing masing kenakan penutup kepala mencirikan budaya dari beragam suku di Nusantara. Sebut saja, kopiah karanji Gorontalo, penutup kepala suku Sangihe, Talaud, Minahasa, Bolmong, kopiah Betawi, kopiah Bugis dan Makassar, hingga blankon Jawa.
“Kami tim SahabAT datang ke KPU Sulut dengan atribut budaya beragam suku di Indonesia, untuk menegaskan bahwa pa Abid Takalamingan adalah tokoh yang didukung semua suku di Nusantara. Karena DPD ini mewakili semua suku dan budaya ada di Sulut,”ucap Ismail Lahay salah satu pentolan pendukung setia Aba Abid di depan Kantor KPU Sulut.
Abid diterima Ketua KPU Sulut Meidy Tinangon, Komisioner Koordinator Divisi Teknis Salman Saelangi dan Komisioner Koordinator Divisi Parmas, Amrain Razak.
Abid didampingi lima orang termasuk LO menyerahkan dukungan yang telah di-upload di silon KPU Sulut.
Banyaknya dukungan berjumlah 2.647 dukungan dalam bentuk surat dan KTP.
“Saya menyerahkan syarat dukungan di atas yang disyaratkan KPU Sulut minimal 2.000. Jadi sudah layak untuk dijadikan sebagai syarat minimum,” beber AT panggilan akrabnya kepada wartawan.
AT juga menambahkan beraneka ragam atribut adat yang digunakan timnya menggambarkan kalau sebagai warga Indonesia AT welcome.dengan semua suku,warna adat istiadat di Indonesia.
Kita menyatu dan Bersahabat dengan AT” Dukungan bisa saja dari Minahasa,Jawa,Sunda,Gorontalo Nusa Utara, Bolmong dan lainnya,” pungkas AT.
AT menjelaskan tim pendukung mengenakan atribut beragam suku nusantara adalah inisiatif dari tim sendiri. Bertepatan mereka para tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari berbagai daerah.
“Supaya katanya ada gambaran yang nantinya menunjukkan bahwa dukungan datang dari berbagai suku bangsa. Bahwa meski berbeda-beda tapi tetap menyatu,” jelasnya.
Dari pantauan Harimanado.com, AT didampingi beberapa tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. Sebut saja Samsuri Masloman Ketua Bamusi Sulut. Ismail Lahay atau Tete Batak dan Agus Ointoe pengurus KKIG Manado, Zainal Arifin pimpinan paguyuban Lamongan di Manado.
Komisaris independent PT Bank Prisma Dana ini mengatakan, slogan BersahabAT menggambarkan makna Satu Hati Bersama Abid Takalamingan.” Saya Yakin Insya.Allah mendapat restu dari semua kalangan,” tutur suami tercinta dari Umi Widya Masengi
Usai menerima dokumen syarat dukungan dari AT, Kordinator Divisi Teknis Salman Saelangi menjelaskan hingga saat ini sudah sudah ada tiga balon yang memasukkan dokumen pendukung yakni Djafar Alkatiri, Abid Takalamingan dan Steven Ban Liow.
Senada dikatakan tokoh asal Jawa, Zainal Arifin. “Kami yakin Pak Abid Takalamingan yang bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa di Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Komisioner Divisi Teknis KPU Sulawesi Utara Salman Saelangi menjelaskan bahwa penerimaan syarat dukungan minimal Balon anggota DPD oleh KPU dilakukan hanya sampai pukul 16:00 WITA.
“Penerimaan syarat dukungan hanya sampai pukul 16:00 WITA hingga tanggal 28 Desember 2022. Sedangkan pada tanggal 29 Desember 2022 kami buka sampai pukul 23:59 WITA,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, baru 12 yang masukkan silon. Sementara balon yang serahkan syarat dukungan ke KPU Sulut baru tiga. Di hari pertama Senin (26/12/2022) Hi Djafar Alkatiri. Kemudian Selasa (27/12/2022) Hi Abid Takalamingan dan disusul Stefa BAN Liow.(ro/sal)















