
“Rancangan KUA-PPAS ini disusun dengan berpedoman pada RKPD T.A 2023 dan akan menjadi pedoman dalam penyusunan APBD 2023,”tuturnya.
Bupati Iskandar Kamaru menguraikan bahwa berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Bolsel tahun 2021 tumbuh positif sebesar 3,74%.
1. Peningkatan lapangan usaha melalui program pengembangan UMKM.
2. Peningkatan produksi pertanian, peternakan dan perikanan.
3. Peningkatan belanja pemerintah daerah di bidang konstruksi/ infrastruktur dasar saran dan prasarana publik;
4. Penyediaan lapangan kerja
5. Pemberian bantuan sosial.
1) Program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja;
2) Program pengembangan UMKM;
3) Program pengembangan iklim penanaman modal;
4) Program peningkatan daya tarik destinasi pariwisata;
5) Program peningkatan infrastruktur ekonomi masyarakat.
Yang menarik, Bupati menyebut pihaknya akan membuka jalan bagi investor ritel dari luar seperti Alfamart dan Indomaret untuk berekspansi di Bolsel, tetapi tentu harus memenuhi beberapa persyaratan mutlak.
“Salah satu syaratnya, Alfamart atau Indomaret harus bisa memperdagangkan minimal 10 produk asli UMKM Bolsel,” ujar Bupati Iskandar sambil menambahkan bahwa ini dimaksudkan agar profit dan pertumbuhan UMKM di Bolsel semakin meningkat.
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru berharap dengan beberapa kebijakan strategis dan program daerah, pertumbuhan ekonomi dapat terus tumbuh positif dengan target tahun 2023 berada pada angka 4,50% sampai dengan 6,74%.“Untuk itu selalu saya tegaskan kepada seluruh perangkat daerah, baik pimpinan, sekretaris dinas/badan, kepala bidang, kepala sub bidang sampai dengan pelaksana untuk terlibat secara proaktif, responsif dan senantiasa mengikuti pembahasan pada setiap tahapan penyusunan APBD T.A 2023,” tukasnya menutup pidato.
Hadir pada kegiatan tersebut Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bolsel, Sekda M. Arvan Ohy SSTP, MAP, para Asisten Sekda, Staf Ahli, pimpinan PD beserta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Bolsel.(ipul)















