Sesuai Prediksi KH Ulyas Taha Terpilih Kembali Ketua NU Sulut, Posisi Sekwil Sengit Pertarungan 3 Faksi

Harimanado.com,MANADO- Sesuai prediksi, akhirnya peserta Konferensi Wilayah (Konferwil) XII Nahdlatul Ulama (NU) Sulut kompak memilih KH Ulyas Taha MPd sebagai ketua tanfidziyah NU Sulut.

Incumbent ketua PW NU Sulut, terpilih kembali secara aklamasi untuk masa khidmat 2025-20230 di konferwil yang berakhir di Hotel Aston Manado, Sabtu tengah malam (25/01/2025).
“Alhamdulillah, saya sangat terharu dan ucapkan terima kasih tak terhingga atas kepercayaan para peserta. Terima kasih juga kepada pengurus NU Sulut dan sudara warga nahdliyin yang terus membersamai kami selama 5 tahun,”ucap Ulyas dengan nada mengharukan.
Tanda tanda Kakanwil Kemenag Sulut masih disukai peserta 15 PC NU telah kelihatan jauh hari sebelum konferwil. Semua opini baik di internal nahdliyin dan tokoh ormas Islam, masih menjagokan sosok kesayangan Ketum PB NU KH Yahya Cholil Staqub.
Kiai Ulyas secara de facto diminta melanjutkan periode kedua sebagai ketua PWNU Sulut, saat pleno 2, 15 PCNU Kabupaten dan Kota, menyatakan mendukung mantan aktivis PMII dan HMI saat penyampaian pandangan umum terhadap Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) PWNU Sulut periode 2019-2024.
Dalam sesi pandangan umum, terpantau seluruh PCNU menyatakan memberikan rekomendasi untuk pencalonan Taha.
“Terima kasih kepada Kiai haji Ulyas Taha telah berhasil membesarkan NU Sulut masa khidmat 2019-2024. Untuk itu kami dari PC NU meminta kembali haji Ulyas Taha menjadi ketua Tanfidz PW NU Sulut masa khidmat 2025-2030,”kata Sukarno Lihawa dari PC NU Manado.
Presidium sidang dari PB NU Kiai Faisal yang memimpin sidang langsung menyatakan KH Ulyas Taha sebagai ketua formateur terpilih.
Yang menarik di konferwil beberapa PCNU juga merekomendasikan figur kaum muda NU untuk mendampingi Ulyas Taha sebagai Sekretaris PWNU Sulut. Nama yang menguat Andi Roem Bongkang. Juga Gus Helmy Arsjad, Dr Muksin Pasambuna, Dr Tahir.
Pertarungan di calon Sekwil NU Sulut lebih seru karena ada beberapa faksi yang beda calon. Kebanyakan aktivis mendorong Andi Bongkang yang dikenal orang dekat Djafar Alkatiri.
“Figur yang tepat mengimbangi Haji Ulyas adalah tokoh muda yang punya kapasitas. Andi Bongkang pengalaman di ortom NU. Bisa membuat konsep dan cakap mengelola organisasi,”kata aktivis Muslim Malik Suma diaminkan teman temannya.
Namun Ortom seperti GP Ansor Sulut, IPNU dan Ika PMII memberi signal bahwa calon sek NU Sulut harus kader ideologis  NU Sulut. Kader yang dimaksud Ismail Maga. Mantan aktivis PMII dan sekarang Sekwil GP Ansor Sulut.
Kelompok lain di internal PW NU Sulut menginginkan kaderisasi di struktur NU Sulut. Mereka mendorong Dr Muksin atau Dr Tahir atau Muardi Rahmola.
“Yang dari struktur NU Sulut lebih suka dari jajaran wasek,” kata tokoh NU Sulut yang juga pengusaha kuliner di japan roda.
Peserta konferwil juga meminta Rois Syuriah masih figur yang sama. Para peserta menyerahkan ke ahlul Halil wal aqdi yang memilih. Mereka terdiri dari  KH Sya’ban Mauludin, KH Ahmad Rajafi, KH Kudrat Dukalang, Alex K Usman, KH Abdurrahman Kaluku, dan Barokah Zainul Alam dan Ahmad Syafii.

Bacaan Lainnya
Ahlul halli wal aqdi selanjutnya memilih Rois Syuriah dengan cara melakukan musyawarah sesuai dengan aturan pada Nahdlatul Ulama. Berdasarkan hasil musyawarah ahlul halli wal aqdi, diketahui bahwa Rois Syuriah PWNU Sulut dijabat KH Sya’ban Mauludin.(•/ham)

Pos terkait